Awal Tahun 2019, Bupati Morotai Intens Lakukan Silaturahmi

i-malut.com, MOROTAI — Memasuki awal tahun 2019, Bupati Pulau Morotai Benny Laos, selain melaksanakan open house menyambut Natal dan tahun baru, yang diikuti oleh ribuan masyarakat Pulau Morotai di kediamannya, Ia juga melaksanakan Silaturrahmi berbagai elemen masyarakat.

Pada tanggal 04 Januari 2019, Bupati Pulau Morotai menggelar Audience Bersama Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI). Hal ini disampaikan Kabag Humas dan Protokoler Setda Pulau Morotai, H Abdul Karim, melalui release yang dikirimkan ke redaksi i-malut.com, Selasa (7/1/2019).

Disebutkan bahwa, dalam pertemuan yang dihadiri oleh 125 orang tersebut, Bupati menyampaikan perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya buruh. Karena perannya sebagai pahlawan perekonomin, maka keluarga buruh menjadi perhatian khusus dalam mengakses layanan kesehatan gratis, akses pendidikan gratis, melalui program wajib belajar 16 tahun.

Bupati juga, Kata Kabag Humas dan Protokoler, memprioritaskan pembangunan rumah tidak layak huni, dan pembangunan dapur sehat bagi buruh.

“Disamping fasilitas tersebut, pemerintah daerah juga memberi kesempatan kepada buruh untuk mengisi kuota pemberangkatan Ibadah Umroh dan Wisata rohani.” ungkapnya

Lanjutnya, pada tanggal 5 Januari 2019, Bupati gelar Audience Bersama Imam se-Kabupaten Pulau Morotai, yang di hadiri sekitar 210 orang. Dalam acara tersebut, kata Kabag Humas, Bupati berdialog dengan para imam membahas persoalan keuamatan, dipandu oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai (Kakandepag-PM), Kubais Baba, S.Ag.

“Dalam preface-nya, Kakandepag Pulau Morotai mengutarakan persoalan krusial yang berhubungan dengan keumatan menyongsong tahun politik, sebagaimana yang sedang ramai ahir-ahir ini, isu agama kerap dimanfaatkan demi kepentingan politik.” cetusnya

Dikatakan, Para imam masjid mengambil posisi sentral dalam persoalan ini, guna meredam penggunaan politik identitas, dan penggunaan sarana ibadah untuk politik praktis.

Pemerintah daerah Kabupaten Pulau Morotai, sambung H. Abdul Karim, dalam kesempatan itu berkomitmen memfasilitasi kegiatan-kegiatan keagamaan bagi umat. Baik dalam bentuk materil maupun non materil.

“Dalam hal ini, Pemda Pulau Morotai menggandeng BUMN, lewat dana tanggung jawab sosial (CSR), BUMN telah melakukan pembangunan dan rehabilitasi tempat ibadah.” jelasnya

Selain itu, kata H. Abdul Karim, Pemda sendiri memberi tunjangan, dan fasilitas kendaraan operasional bagi pegurus masjid. Disamping insentif tersebut, Pemda juga memberi jatah Haji dan Umroh bagi pengurus masjid yang berusia di atas 55 tahun.

Sambungnya, untuk kegiatan jangka panjang, Pemda tengah mengupayakan pembangunan Masjid Raya yang terintegrasi dengan fasilitas manasik, dan asrama haji, serta pusat studi keagamaan.

Sementara, beber Dia, audience Bersama Pendeta se-Kabupaten Pulau Morotai, dilaksanakan tanggal 06 Januari 2019. Dalam acara dimaksud, Bupati kembali menyampaikan salah satu misi pemerintah daerah Kabupaten Pulau Morotai dalam pembangunan ideologi dan karakter masyarakat agar berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, dan standar kekristenanan.

Dihadapan peserta audiens yang terdiri dari 220 orang, kata H. Abdul Karim, Bupati menyampaikan perihal kerukunan di internal umat kristiani. Untuk sampai pada misi kerukunan, pemerintah daerah akan membangun Gereja Oekumene, sehingga menjadi prasarana beribatatan bersama.

“Pemerintah daerah juga memberi fasilitas kendaraan operasional bagi pengururus gereja untuk menunjang tugas-tugas pelayanan umat. Disamping itu, pemerintah juga mengalokasikan jatah wisata rohani bagi umat kristen ke Betlehem.” pungkasnya.

Dan terakhir pada 07 Desember 2018, lanjut H. Abdul Karim, Bupati Benny Laos Audience Bersama ASN. Dalam kegiatan yang dipandu oleh Asisten II, Alexander Wermasubun, menyampaikan program reformasi birokrasi diantaranya, program inovasi e-kehadiran. Di samping itu, juga telah disiapkan regulasi, untuk pengaturan pengawasan ASN lewat teknologi android.

“Tahun ini juga akan diperketat dalam hal penilaian sasaran kinerja pegawai. Karena menurut Asisten II, selama ini yang menilai bukan pejabat penilai akhirmanya banyak yang mempunyai pangkat tinggi, namun kemampuannya dibawah, kemampuan yang dimiliki tidak berbanding lurus dengan kepangkatan. Pangkat mestinya berbanding lurus dengan kemampuan, pendidikan dan attitude. Sehingga kedepan, ASN akan dibentuk agar mempunyai kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas kedinasan.” jelasnya

Sekda, M.M. Kharie, kata H. Abdul Karim, juga megutarakan hal serupa. Sambil mengungkapkan kegelisahan akan sikap dan etika birokrasi ahir-ahir ini yang semakin merosot. Sehingga Ia menitipkan kepada Asisten II selaku “panglima” reformasi birokrasi untuk melakukan pembinaan.

“Bupati juga memberi penekanan persoalan netralitas ASN. Sebagaimana yang terjadi ahir-ahir ini, bahwa ASN acap kali terpapar isyu-isyu sektarian yang belum jelas ujung pangkalnya. ASN yang terlanjut termakan isyu dan bertindak di luar koridor kedinasan maka akan di tindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bupati juga mewanti-wanti, khususnya bagi guru-guru agar mengingat tugas pokok. Mestinya guru-guru dan pemerintah daerah, selalu memfasilitasi seluruh kebutuhan pendidikan demi kemajuan mutu pendididikan, demi kemajuan generasi Putra/Putri Morotai kedepan.” jelasnya.

Bupati juga, tutup H. Abdul Karim, mengingatkan lima prinsip yang harus dipegang oleh guru-guru dan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Daerah kabupaten Pulau Morotai, yaitu: integritas, profesional, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

Babinsa Fuata ikut Sosialisasikan Filariasis ke Warga Desa

Sanana -- Baru-baru ini Bintara Pemuda Desa (Babinsa), di Desa Fuata-Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Serda. Yusran Fataruba ikut mensosialisasikan penyakit Kaki Gajah (Filariasis) kepada Masyarakat Desa,...

Akhirnya Pemprov Malut Hentikan Proses Produksi Dilokasi Smelter...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), ditanggapi serius oleh Pemprov melalui Dinas Tenaga...

KASN sebut mutasi massal pejabat di Sula sebagai...

Sanana -- Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN akhirnya angkat bicara terkait mutasi massal yang dilakukan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Sumardi, S.E., M.Si asisten Komisioner KASN...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Awal Tahun 2019, Bupati Morotai Intens Lakukan Silaturahmi

i-malut.com, MOROTAI — Memasuki awal tahun 2019, Bupati Pulau Morotai Benny Laos, selain melaksanakan open house menyambut Natal dan tahun baru, yang diikuti oleh ribuan masyarakat Pulau Morotai di kediamannya, Ia juga melaksanakan Silaturrahmi berbagai elemen masyarakat.

Pada tanggal 04 Januari 2019, Bupati Pulau Morotai menggelar Audience Bersama Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI). Hal ini disampaikan Kabag Humas dan Protokoler Setda Pulau Morotai, H Abdul Karim, melalui release yang dikirimkan ke redaksi i-malut.com, Selasa (7/1/2019).

Disebutkan bahwa, dalam pertemuan yang dihadiri oleh 125 orang tersebut, Bupati menyampaikan perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya buruh. Karena perannya sebagai pahlawan perekonomin, maka keluarga buruh menjadi perhatian khusus dalam mengakses layanan kesehatan gratis, akses pendidikan gratis, melalui program wajib belajar 16 tahun.

Bupati juga, Kata Kabag Humas dan Protokoler, memprioritaskan pembangunan rumah tidak layak huni, dan pembangunan dapur sehat bagi buruh.

“Disamping fasilitas tersebut, pemerintah daerah juga memberi kesempatan kepada buruh untuk mengisi kuota pemberangkatan Ibadah Umroh dan Wisata rohani.” ungkapnya

Lanjutnya, pada tanggal 5 Januari 2019, Bupati gelar Audience Bersama Imam se-Kabupaten Pulau Morotai, yang di hadiri sekitar 210 orang. Dalam acara tersebut, kata Kabag Humas, Bupati berdialog dengan para imam membahas persoalan keuamatan, dipandu oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai (Kakandepag-PM), Kubais Baba, S.Ag.

“Dalam preface-nya, Kakandepag Pulau Morotai mengutarakan persoalan krusial yang berhubungan dengan keumatan menyongsong tahun politik, sebagaimana yang sedang ramai ahir-ahir ini, isu agama kerap dimanfaatkan demi kepentingan politik.” cetusnya

Dikatakan, Para imam masjid mengambil posisi sentral dalam persoalan ini, guna meredam penggunaan politik identitas, dan penggunaan sarana ibadah untuk politik praktis.

Pemerintah daerah Kabupaten Pulau Morotai, sambung H. Abdul Karim, dalam kesempatan itu berkomitmen memfasilitasi kegiatan-kegiatan keagamaan bagi umat. Baik dalam bentuk materil maupun non materil.

“Dalam hal ini, Pemda Pulau Morotai menggandeng BUMN, lewat dana tanggung jawab sosial (CSR), BUMN telah melakukan pembangunan dan rehabilitasi tempat ibadah.” jelasnya

Selain itu, kata H. Abdul Karim, Pemda sendiri memberi tunjangan, dan fasilitas kendaraan operasional bagi pegurus masjid. Disamping insentif tersebut, Pemda juga memberi jatah Haji dan Umroh bagi pengurus masjid yang berusia di atas 55 tahun.

Sambungnya, untuk kegiatan jangka panjang, Pemda tengah mengupayakan pembangunan Masjid Raya yang terintegrasi dengan fasilitas manasik, dan asrama haji, serta pusat studi keagamaan.

Sementara, beber Dia, audience Bersama Pendeta se-Kabupaten Pulau Morotai, dilaksanakan tanggal 06 Januari 2019. Dalam acara dimaksud, Bupati kembali menyampaikan salah satu misi pemerintah daerah Kabupaten Pulau Morotai dalam pembangunan ideologi dan karakter masyarakat agar berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, dan standar kekristenanan.

Dihadapan peserta audiens yang terdiri dari 220 orang, kata H. Abdul Karim, Bupati menyampaikan perihal kerukunan di internal umat kristiani. Untuk sampai pada misi kerukunan, pemerintah daerah akan membangun Gereja Oekumene, sehingga menjadi prasarana beribatatan bersama.

“Pemerintah daerah juga memberi fasilitas kendaraan operasional bagi pengururus gereja untuk menunjang tugas-tugas pelayanan umat. Disamping itu, pemerintah juga mengalokasikan jatah wisata rohani bagi umat kristen ke Betlehem.” pungkasnya.

Dan terakhir pada 07 Desember 2018, lanjut H. Abdul Karim, Bupati Benny Laos Audience Bersama ASN. Dalam kegiatan yang dipandu oleh Asisten II, Alexander Wermasubun, menyampaikan program reformasi birokrasi diantaranya, program inovasi e-kehadiran. Di samping itu, juga telah disiapkan regulasi, untuk pengaturan pengawasan ASN lewat teknologi android.

“Tahun ini juga akan diperketat dalam hal penilaian sasaran kinerja pegawai. Karena menurut Asisten II, selama ini yang menilai bukan pejabat penilai akhirmanya banyak yang mempunyai pangkat tinggi, namun kemampuannya dibawah, kemampuan yang dimiliki tidak berbanding lurus dengan kepangkatan. Pangkat mestinya berbanding lurus dengan kemampuan, pendidikan dan attitude. Sehingga kedepan, ASN akan dibentuk agar mempunyai kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas kedinasan.” jelasnya

Sekda, M.M. Kharie, kata H. Abdul Karim, juga megutarakan hal serupa. Sambil mengungkapkan kegelisahan akan sikap dan etika birokrasi ahir-ahir ini yang semakin merosot. Sehingga Ia menitipkan kepada Asisten II selaku “panglima” reformasi birokrasi untuk melakukan pembinaan.

“Bupati juga memberi penekanan persoalan netralitas ASN. Sebagaimana yang terjadi ahir-ahir ini, bahwa ASN acap kali terpapar isyu-isyu sektarian yang belum jelas ujung pangkalnya. ASN yang terlanjut termakan isyu dan bertindak di luar koridor kedinasan maka akan di tindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bupati juga mewanti-wanti, khususnya bagi guru-guru agar mengingat tugas pokok. Mestinya guru-guru dan pemerintah daerah, selalu memfasilitasi seluruh kebutuhan pendidikan demi kemajuan mutu pendididikan, demi kemajuan generasi Putra/Putri Morotai kedepan.” jelasnya.

Bupati juga, tutup H. Abdul Karim, mengingatkan lima prinsip yang harus dipegang oleh guru-guru dan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Daerah kabupaten Pulau Morotai, yaitu: integritas, profesional, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER