Duel Kakak Beradik Berujung Maut

i-malut.com — Duel kakak beradik di Purwakarta berujung maut. Rahmat Nursamsi (26) tewas ditebas lehernya oleh sang adik Angga (24).

Insiden itu terjadi di depan warung milik keluarga di Kampung Cibendasari Rt 007/002 Desa Cipinang, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Senin (7/1/2019) malam pukul 23.00 WIB.

Rahmat yang terkenal sebagai preman kampung pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. Ia marah-marah. Angga mengingatkan sang kakak agar berprilaku baik. Tak terima dinasehati, Rahmat pun terlibat perkelahian dengan adiknya itu.

Di tengah pertikaian, Dona, kakak paling besar berusaha melerai perkelahian kedua adiknya. Karena merasa kesal, Dona lalu memukul Rahmat. Sedangkan Angga kabur ke luar rumah, ke depan warung milik keluarga.

Rahmat, yang sudah tersulut emosi, mengambil pisau dapur yang tergeletak di depan warung. Ia lalu kembali menyerang Angga dengan pisau, namun berhasil ditepis Angga. Pisau yang jatuh diambil Angga dan ditebaskan ke leher Rahmat.

Rahmat yang diketahui pernah berurusan dengan polisi, mengalami luka parah di bagian leher. Pihak keluarga langsung membawa korban ke rumah sakit namun nyawanya tidak dapat tertolong.

“Saya lagi makan berdua sama kakak di dapur, dia Datang datang langsung marah-marah karena saya sempet ngomongin,” ucap Angga, di sela pemeriksaan penyidik di Mapolres Purwakarta, seperti dikutip i-malut dari detikNews, Selasa (8/1).

Sementara itu menurut Kasat Reskrim Polres Purwakarta Handreas Ardian pelaku awalnya membela diri karena kakaknya mencoba melukai dengan pisau. “Sempat dilerai oleh kakaknya yang lain namun perkelaian berlanjut hingga pelaku menebaskan pisau ke kakaknya,” terang Handreas.

Berdasarkan pemeriksaan awal, pertikaian kakak beradik ini dilatarberlakangi karena kecemburuan sosial di dalam keluarga. Rahmat merasa dianaktirikan oleh orang tuanya.

“Motif korban marah-marah ke pelaku, karena pelaku ini dipercaya oleh orang tuanya mengendalikan masalah keuangan usaha keluarga”, katanya.

Untuk keperluan penyelidikan, jenazah korban yang sempat di bawa ke rumah sakit setempat saat ini di bawa ke Sakit Sartika Asih di Bandung untuk dilakukan otopsi.

Kini polisi mengamankan Angga dan kakaknya Dona. Keduanya diamankan polisi pada pukul 01.00 WIB atau Selasa (8/1) Dini Hari di Kediamannya tanpa perlawanan.

Kini polisi masih melakukan penyidikan dan penyelidikan kedua pelaku untuk proses hukum lebih lanjut. Pelaku terancam pasal 170 dan 351 ayat 3 dengan ancaman kurungan maksimal 7 dan 12 tahun penjara. (ern/ern)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Drupadi BMI Malut Desak Polda Malut Usut Tuntas...

Ternate -- Drupadi Bintang Muda Indonesia (BIM) Maluku Utara (Malut), desak Polda Malut untuk segera mengusut tuntas kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu oknum Polisi berpangkat Briptu pada...

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia yang memproduksi...

Lagi, Jembatan Pitago Bailengit Rusak

Tobelo -- Sangat memprihatinkan, jembatan Wailamo yang menghubungkan Desa Pitago dan Desa Bailengit Kecamatan Kao Barat Kabupaten Halmahera Utara, lagi-lagi kembali rusak. Padahal, jembatan tersebut belum lama ini telah...

Dinas P3A Malut Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan di...

Sofifi -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Maluku Utara (Malut) akan mengawal kasus pemerkosaan terhadap korban yang masih dibawah umur, yang diduga dilakukan oknum Polisi di...

Kembali marak, Babinsa Waiman ingatkan warga terkait Bahaya...

Sanana, Perang terhadap Corona Virus Disease atau Covid-19 belum selesai, bahkan kini ada varian baru terkait virus ini. Untuk itu Pemerintah Indonesia, mulai dari Pusat maupun Daerah kembali mengingatkan...

Bergerak Cepat, DPD BMI Malut Mengakar Hingga ke-Pelosok...

Ternate -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesian (BMI) Maluku Utara, gencar melakukan sosialisasi serta konsolidasi dan verifikasi faktual, guna membentuk DPC Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal ini...

Besok, Disdik Kota Ternate Lounching Sekolah Insklusif di...

Ternate - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate pada Rabu 23 Juni 2021 besok akan Lounching Sekolah Insklusif, bertempat SD Negeri 6 Kota Ternate, Kelurahan Kampung Makasar Barat, Kota Ternate...

Sambut kedatangan Mendagri Tito Karnavian, APMS pasang baliho...

Sanana -- Aliansi Peduli Masyarakat Sula atau APMS kepada media ini memberikan penjelasan terkait Sikap Bupati Sula memutasi dan merotasi 57 jabatan termasuk menon-jobkan Sekda Kepulauan Sula, sebagai perbuatan...

Babinsa Sekom Pelopori Giat Bhakti, ajak Warga dan...

Sanana -- Kelompok Masyarakat Desa yang mempunyai paradigma maju dan berpikir positif adalah suatu kekuatan dan aset untuk membangun sebuah Desa, ditambah lagi dengan Kelompok Mahasiswa dalam satuan tugas...

BERITA UTAMA

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik...

Maslan Jabat PLH Sekda Halsel, Helmi Dikabarkan Sakit

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mengangkat Maslan Hi. Hasan,SH,M.Si, Kepala Bagian (Kabag) organisasi sebagai Asisten Perekonomian dan...

ARTIKEL TERKAIT

Duel Kakak Beradik Berujung Maut

i-malut.com — Duel kakak beradik di Purwakarta berujung maut. Rahmat Nursamsi (26) tewas ditebas lehernya oleh sang adik Angga (24).

Insiden itu terjadi di depan warung milik keluarga di Kampung Cibendasari Rt 007/002 Desa Cipinang, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Senin (7/1/2019) malam pukul 23.00 WIB.

Rahmat yang terkenal sebagai preman kampung pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. Ia marah-marah. Angga mengingatkan sang kakak agar berprilaku baik. Tak terima dinasehati, Rahmat pun terlibat perkelahian dengan adiknya itu.

Di tengah pertikaian, Dona, kakak paling besar berusaha melerai perkelahian kedua adiknya. Karena merasa kesal, Dona lalu memukul Rahmat. Sedangkan Angga kabur ke luar rumah, ke depan warung milik keluarga.

Rahmat, yang sudah tersulut emosi, mengambil pisau dapur yang tergeletak di depan warung. Ia lalu kembali menyerang Angga dengan pisau, namun berhasil ditepis Angga. Pisau yang jatuh diambil Angga dan ditebaskan ke leher Rahmat.

Rahmat yang diketahui pernah berurusan dengan polisi, mengalami luka parah di bagian leher. Pihak keluarga langsung membawa korban ke rumah sakit namun nyawanya tidak dapat tertolong.

“Saya lagi makan berdua sama kakak di dapur, dia Datang datang langsung marah-marah karena saya sempet ngomongin,” ucap Angga, di sela pemeriksaan penyidik di Mapolres Purwakarta, seperti dikutip i-malut dari detikNews, Selasa (8/1).

Sementara itu menurut Kasat Reskrim Polres Purwakarta Handreas Ardian pelaku awalnya membela diri karena kakaknya mencoba melukai dengan pisau. “Sempat dilerai oleh kakaknya yang lain namun perkelaian berlanjut hingga pelaku menebaskan pisau ke kakaknya,” terang Handreas.

Berdasarkan pemeriksaan awal, pertikaian kakak beradik ini dilatarberlakangi karena kecemburuan sosial di dalam keluarga. Rahmat merasa dianaktirikan oleh orang tuanya.

“Motif korban marah-marah ke pelaku, karena pelaku ini dipercaya oleh orang tuanya mengendalikan masalah keuangan usaha keluarga”, katanya.

Untuk keperluan penyelidikan, jenazah korban yang sempat di bawa ke rumah sakit setempat saat ini di bawa ke Sakit Sartika Asih di Bandung untuk dilakukan otopsi.

Kini polisi mengamankan Angga dan kakaknya Dona. Keduanya diamankan polisi pada pukul 01.00 WIB atau Selasa (8/1) Dini Hari di Kediamannya tanpa perlawanan.

Kini polisi masih melakukan penyidikan dan penyelidikan kedua pelaku untuk proses hukum lebih lanjut. Pelaku terancam pasal 170 dan 351 ayat 3 dengan ancaman kurungan maksimal 7 dan 12 tahun penjara. (ern/ern)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER