Masyarakat Sopi Majiko Keroyok Karyawan PT Labrosco, 3 Korban Dirawat di RSUD

i-malut.com, MOROTAI — Karyawan PT Labrosco, kakak beradik, Rusdi Mandea dan Rian Mandea, asal Desa Gorua, Kecamatan Morotai Utara, menjadi korban pengeroyokan puluhan pemuda Desa Sopi Majiko, Kecamatan Morotai Jaya, di kem PT Labrosco, desa Sopi Majiko, Kecamatan Morotai Jaya, diduga karena dendam lama bersemi kembali, Minggu 6 Desember 2019, pukul 21.00 Wit.

Rusdi dan Rian di keroyok oleh kelompok pemuda Jakson Mustika (23), Novis Ligo (22), Iwing Laher (27), Afrian Sumahi (25) dan kawan-kawan, setelah mereka pesta miras di rumah salah satu Karyawan PT Labrosco di Desa Sopi Majiko.

Berdasarkan keterangan Afrian Sumahi (25) pelaku, kronologis pemukulan berawal dari dia bersama teman-temannya 11 orang lagi minum cap tikus di rumah Albertus robo, setelah itu teman temannya 10 orang pamit ke rumah tetangga, sekitar jam 8.30 malam.

“Kepala dapur di kem PT Laborosco, Ibu Ela datang ke kami di rumah bapak Albertus dan kasih info bahwa orang desa gorua satu damtruck mau serang andre manager dan deni suami ibu ela.” ungkapnya

Setelah Menerima info dari Ela, lanjut Afrian Sumahi, Dia langsung pergi memanggil 10 orang teman-temannya yang berada di rumah tetangga dan mengajak bersama-sama menuju kem PT Laborosco untuk menghalau kedatangan masyarakat gorua yang hendak mengeroyok manager perusahan dan tenaga mekanik.

“Tapi, setelah kami sampai di kem tidak ada orang gorua yang menggunakan dam truk, hanya yang Karyawan di kem,” katanya

Selanjutnya, mereka masuk ke dalam kem perusahan, Jakson teman Afrian, bertanya ke Riayan Karyawan PT Laborosco asal desa gorua,

“Ngana yang cari andre dan mama ela punya suami mau pukul ya, namun Rian mendorong saya,” disitulah terjadi awal perkelahian dan menjadi perkelahian masal,” urai Jakson dan dibenarkan semua teman-temannya, saat di konfirmasi, di ruang tunggu Polres Morotai, rabu 9 desember 2019.

Menurut Jakson dan kawan kawan, mereka Samua sudah mabuk, saat baku pukul,

“Memang kami semua sudah mabuk, saat berkelahi di kem perusahan, kami sebanyak 11 orang melawan orang gorua 7 orang,” katanya mengakui

Ketika ditanya, setelah di kantor polisi apa yang kalian pikirkan, secara bersama-sama merasa bersalah, dan mengakui telah di adudomba oleh kepala dapur kem PT Laborosco, Ela.

“Sudah sampaikan ke kepala desa gorua juga atas kesalahan yang kami lakukan dan kami menyesal,” tutur mereka

Pelaku pengeroyokan, warga Desa Sopi Majiko, Morja.

Sementara Rusdi Mandea, korban pengeroyokan kepada media ini, di Polres Morotai, rabu 9 desember 2019, membantah keterangan pelaku. Ia-pun menjelaskan kronologisnya, bahwa Ia adalah salah satu Karyawan PT Laborosco yang bekerja sebagai sopir damtruck, namun hari minggu pagi itu, Ia lagi pulang ke desanya gorua, namun pada minggu sekitar jam 4.30 sore adiknya Riyan yang berada di kem PT Laborosco di desa sopi majiko, menelponnya.

“Adik saya Riyan telpon menyampaikan bahwa, sekitar jam 3 sore ia dipukul oleh deni, mekanik di kem, suaminya kepala dapur kem PT Laborosco, ibu ela, dan adik saya diancam akan di pecat,” paparnya

Rusdi, setelah menerima informasi tersebut, Ia dan pamannya ikram mandea (bapaknya riyan red) menuju desa sopi ke kem PT Labrosco, tujuannya menyelesaikan masalah.

“Jam 8 malam kami sampai di desa sopi majiko, tempat kem laborosco, kita menuju kemnya manager dengan tujuan mau ketemu menejer bapak andre, agar menyelesaikan masalah yang di alami adik saya, riyan, tetapi bapak Andre, sudah kunci pintu kemnya dan tidak mau keluar melayani kami, padahal dia ada didalam.” terangnya

Karena tidak dilayani, kata Rusdi, dia mengajak paman dan adiknya ke kemnya,

“Saya bawa paman dan adik sapupu ke kem saya, sekitar jam 08.30 malam, disitu kami duduk bersama teman-teman kem 4 orang jadi kami menjadi 7 orang, tambah tukang masak ci momo dan ci uluku gabung jadi 9 orang.” ujarnya

Lanjutnya, sekitar jam 9 malam, kurang lebih 20 orang pemuda desa sopi majiko, dalam keadaan mabuk, datang ke kemnya, dan berteriak mana orang gorua, torang mau bunuh padorang (kami mau bunuh mereka red) .

“Kalimat itu disampaikan di depan saya,” kata Rusdi

Rusdi pun menjawab bahwa mereka orang gorua, dan adu mulut pun terjadi. Karena ini masalah internal Karyawan PT Labrosco, kok mereka orang luar mencampuri, “ada apa”? Tanya Rudi

Selain itu kata Rusdi, ci momo, tukang masak mereka, sempat cegah puluhan pemuda sopi dan menyampaikan bahwa ini masalah internal kem, tidak terkait dengan masyarakat sopi majiko, jadi jangan buat keributan di kem, tetapi kelompok pemuda mabuk ini tidak menghiraukannya

“Dari situ mereka ungkit masalah lama soal perkelaihan antara pemuda desa gorua dan desa sopi majiko, padahal sudah satu bulan lalu yang sudah diselesaikan pihak keamanan yang pam di sopi,” cetusnya

Kemudian mereka (pemuda sopi majiko red) bertanya lagi, yang rencana pukul bapak deni yang mana? Ia bingung dan tidak paham maksud mereka, madahal kami tidak pernah berniat lakukan itu.

Namun korban Rusdi Mandea, coba menjelaskan tujuan mereka mencari manager perusahan untuk menyelesaikan masalah karena ini masalah internal perusahan

“Saya sampaikan ini masalah internal dalam kem perusahan, yang harus di selesaikan manager PT Labrosco kem sopi majiko, jadi masyarakat sopi jangan campur, mereka tidak terima dan secara beramai-ramai menyerang kami dengan membabi buta, dengan menggunakan batu, sehingga kami semua kena pukul dan lemparan batu,” ungkapnya.

“Saya dipukul pakai batu sampai bahu dan tangan keseleo, adik saya riyan kepalanya pecah dan paman saya Ikram Mandea (bapaknya riyan. red) yang tujuannya datang menyelesaikan masalah, malah di keroyok dan kena pukul dengan benda keras di pinggang, kami bertiga jatuh terkapar kemudian mereka kabur, dan paman saya sampai saat ini masih rawat di RSUD daruba karena luka dalam lumayan kritis,” ceritanya

Kades Desa Gorugo Muhdin Widara, saat di konfirmasi di tempat yang sama, membenarkan ada pengeroyokan warganya oleh puluhan warga sopi majiko,

“Saya sangat menyesali insiden yang memakan korban ini, karena terjadi dalam kem perusahan PT Labrosco,” semburnya

“Ada apa dengan manager PT Labrosco kem sopi majiko, Andre Karendung, sehingga puluhan pemuda desa sopi majiko sudah di mabukkan duluan, kemudian leluasa masuk ke dalam kem menyerang Karyawan asal desa gorua dengan membabi buta? ” tegasnya penuh tanya

Mudin juga sudah menanyakan ke pelakunya, dan menurut keterangan pelaku bahwa mereka di adudomba oleh orang orang dari dalam kem PT Labrosco, makanya terjadi insiden ini

“Saya minta andri sebagai manager di kem PT Labrosco sopi majiko, segera bertanggung jawab atas insiden ini sehingga jatuhnya korban, selain itu saya minta dengan hormat kepada pemilik PT Labrosco, agar segera mengevaluasi dan menindak tegas Andri, karena atas kelalaiannya bisa menimbulkan kerusuhan dalam kem perusahan,” pintanya

Sementara Kasat Reskrim Polres Pulau Morotai, terkait masalah ini, belum dapat di konfirmasi, karena lagi keluar daerah,

“Kasat Reskrim lagi ke tobelo, nanti tunggu beliau datang baru minta keterangannya, dan soal perkelahian di kem perusahan, desa sopi majiko, morotai jaya, pelaku, korban dan saksi sementara dalam pemeriksaan,” ungkap sala satu anggota Reskrim

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

Babinsa dekati Pemuda, untuk jauhi Miras

Sanana -- Baru-baru ini Serda. Rusman Soamole, Anggota TNI Kodim 1510/Sula-Koramil 03/Sanana yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Pelita Jaya-Kec. Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula...

Kepada massa Aksi APHS, Ketua DPRD Tawarkan Forum...

Sanana -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Sinaryo Thes, menawarkan Forum Bersama (Forum Rakyat-red) saat beraudiensi dengan puluhan massa Aksi dari Aliansi Peduli Hai...

Jargon Aksi Nyentrik iringi APHS Demo Bupati FAM

Sanana -- Berbagai Spanduk dan Poster yang menjadi Jargon Aksi APHS (Aliansi Pemuda Hai Sua) pada aksi mereka yang ke II, di Kantor Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kantor...

Gelar Aksi di Kantor Dispora Malut, Sejumlah Atlet...

Sofifi -- Menuntut hak merupakan sesuatu yang wajar bagi setiap orang yang telah memenuhi kewajibannya, tak terkecuali para atlet Maluku Utara yang hingga saat ini uang sakunya selama dua...

APHS datangi Kantor Bupati, Sebut FAM Tidak Tau...

Sanana -- Aksi Jilid II Aliansi Peduli Hai Sua atau APHS di Kantor di Bupati, jln. Paskah Suzeta-Desa Pohea, Kec. Sanana Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Pendemo teriakkan Fifian Adeningsih...

BERITA UTAMA

APHS datangi Kantor Bupati, Sebut FAM Tidak Tau...

Sanana -- Aksi Jilid II Aliansi Peduli Hai Sua atau APHS di Kantor di Bupati, jln. Paskah Suzeta-Desa Pohea,...

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

Apakah Bupati dan Dirjen Otda Bermain Mata, terkait...

Sanana -- Mutasi massal yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsih Mus (FAM) Kepada 57 Pejabat Eselon...

ARTIKEL TERKAIT

Masyarakat Sopi Majiko Keroyok Karyawan PT Labrosco, 3 Korban Dirawat di RSUD

i-malut.com, MOROTAI — Karyawan PT Labrosco, kakak beradik, Rusdi Mandea dan Rian Mandea, asal Desa Gorua, Kecamatan Morotai Utara, menjadi korban pengeroyokan puluhan pemuda Desa Sopi Majiko, Kecamatan Morotai Jaya, di kem PT Labrosco, desa Sopi Majiko, Kecamatan Morotai Jaya, diduga karena dendam lama bersemi kembali, Minggu 6 Desember 2019, pukul 21.00 Wit.

Rusdi dan Rian di keroyok oleh kelompok pemuda Jakson Mustika (23), Novis Ligo (22), Iwing Laher (27), Afrian Sumahi (25) dan kawan-kawan, setelah mereka pesta miras di rumah salah satu Karyawan PT Labrosco di Desa Sopi Majiko.

Berdasarkan keterangan Afrian Sumahi (25) pelaku, kronologis pemukulan berawal dari dia bersama teman-temannya 11 orang lagi minum cap tikus di rumah Albertus robo, setelah itu teman temannya 10 orang pamit ke rumah tetangga, sekitar jam 8.30 malam.

“Kepala dapur di kem PT Laborosco, Ibu Ela datang ke kami di rumah bapak Albertus dan kasih info bahwa orang desa gorua satu damtruck mau serang andre manager dan deni suami ibu ela.” ungkapnya

Setelah Menerima info dari Ela, lanjut Afrian Sumahi, Dia langsung pergi memanggil 10 orang teman-temannya yang berada di rumah tetangga dan mengajak bersama-sama menuju kem PT Laborosco untuk menghalau kedatangan masyarakat gorua yang hendak mengeroyok manager perusahan dan tenaga mekanik.

“Tapi, setelah kami sampai di kem tidak ada orang gorua yang menggunakan dam truk, hanya yang Karyawan di kem,” katanya

Selanjutnya, mereka masuk ke dalam kem perusahan, Jakson teman Afrian, bertanya ke Riayan Karyawan PT Laborosco asal desa gorua,

“Ngana yang cari andre dan mama ela punya suami mau pukul ya, namun Rian mendorong saya,” disitulah terjadi awal perkelahian dan menjadi perkelahian masal,” urai Jakson dan dibenarkan semua teman-temannya, saat di konfirmasi, di ruang tunggu Polres Morotai, rabu 9 desember 2019.

Menurut Jakson dan kawan kawan, mereka Samua sudah mabuk, saat baku pukul,

“Memang kami semua sudah mabuk, saat berkelahi di kem perusahan, kami sebanyak 11 orang melawan orang gorua 7 orang,” katanya mengakui

Ketika ditanya, setelah di kantor polisi apa yang kalian pikirkan, secara bersama-sama merasa bersalah, dan mengakui telah di adudomba oleh kepala dapur kem PT Laborosco, Ela.

“Sudah sampaikan ke kepala desa gorua juga atas kesalahan yang kami lakukan dan kami menyesal,” tutur mereka

Pelaku pengeroyokan, warga Desa Sopi Majiko, Morja.

Sementara Rusdi Mandea, korban pengeroyokan kepada media ini, di Polres Morotai, rabu 9 desember 2019, membantah keterangan pelaku. Ia-pun menjelaskan kronologisnya, bahwa Ia adalah salah satu Karyawan PT Laborosco yang bekerja sebagai sopir damtruck, namun hari minggu pagi itu, Ia lagi pulang ke desanya gorua, namun pada minggu sekitar jam 4.30 sore adiknya Riyan yang berada di kem PT Laborosco di desa sopi majiko, menelponnya.

“Adik saya Riyan telpon menyampaikan bahwa, sekitar jam 3 sore ia dipukul oleh deni, mekanik di kem, suaminya kepala dapur kem PT Laborosco, ibu ela, dan adik saya diancam akan di pecat,” paparnya

Rusdi, setelah menerima informasi tersebut, Ia dan pamannya ikram mandea (bapaknya riyan red) menuju desa sopi ke kem PT Labrosco, tujuannya menyelesaikan masalah.

“Jam 8 malam kami sampai di desa sopi majiko, tempat kem laborosco, kita menuju kemnya manager dengan tujuan mau ketemu menejer bapak andre, agar menyelesaikan masalah yang di alami adik saya, riyan, tetapi bapak Andre, sudah kunci pintu kemnya dan tidak mau keluar melayani kami, padahal dia ada didalam.” terangnya

Karena tidak dilayani, kata Rusdi, dia mengajak paman dan adiknya ke kemnya,

“Saya bawa paman dan adik sapupu ke kem saya, sekitar jam 08.30 malam, disitu kami duduk bersama teman-teman kem 4 orang jadi kami menjadi 7 orang, tambah tukang masak ci momo dan ci uluku gabung jadi 9 orang.” ujarnya

Lanjutnya, sekitar jam 9 malam, kurang lebih 20 orang pemuda desa sopi majiko, dalam keadaan mabuk, datang ke kemnya, dan berteriak mana orang gorua, torang mau bunuh padorang (kami mau bunuh mereka red) .

“Kalimat itu disampaikan di depan saya,” kata Rusdi

Rusdi pun menjawab bahwa mereka orang gorua, dan adu mulut pun terjadi. Karena ini masalah internal Karyawan PT Labrosco, kok mereka orang luar mencampuri, “ada apa”? Tanya Rudi

Selain itu kata Rusdi, ci momo, tukang masak mereka, sempat cegah puluhan pemuda sopi dan menyampaikan bahwa ini masalah internal kem, tidak terkait dengan masyarakat sopi majiko, jadi jangan buat keributan di kem, tetapi kelompok pemuda mabuk ini tidak menghiraukannya

“Dari situ mereka ungkit masalah lama soal perkelaihan antara pemuda desa gorua dan desa sopi majiko, padahal sudah satu bulan lalu yang sudah diselesaikan pihak keamanan yang pam di sopi,” cetusnya

Kemudian mereka (pemuda sopi majiko red) bertanya lagi, yang rencana pukul bapak deni yang mana? Ia bingung dan tidak paham maksud mereka, madahal kami tidak pernah berniat lakukan itu.

Namun korban Rusdi Mandea, coba menjelaskan tujuan mereka mencari manager perusahan untuk menyelesaikan masalah karena ini masalah internal perusahan

“Saya sampaikan ini masalah internal dalam kem perusahan, yang harus di selesaikan manager PT Labrosco kem sopi majiko, jadi masyarakat sopi jangan campur, mereka tidak terima dan secara beramai-ramai menyerang kami dengan membabi buta, dengan menggunakan batu, sehingga kami semua kena pukul dan lemparan batu,” ungkapnya.

“Saya dipukul pakai batu sampai bahu dan tangan keseleo, adik saya riyan kepalanya pecah dan paman saya Ikram Mandea (bapaknya riyan. red) yang tujuannya datang menyelesaikan masalah, malah di keroyok dan kena pukul dengan benda keras di pinggang, kami bertiga jatuh terkapar kemudian mereka kabur, dan paman saya sampai saat ini masih rawat di RSUD daruba karena luka dalam lumayan kritis,” ceritanya

Kades Desa Gorugo Muhdin Widara, saat di konfirmasi di tempat yang sama, membenarkan ada pengeroyokan warganya oleh puluhan warga sopi majiko,

“Saya sangat menyesali insiden yang memakan korban ini, karena terjadi dalam kem perusahan PT Labrosco,” semburnya

“Ada apa dengan manager PT Labrosco kem sopi majiko, Andre Karendung, sehingga puluhan pemuda desa sopi majiko sudah di mabukkan duluan, kemudian leluasa masuk ke dalam kem menyerang Karyawan asal desa gorua dengan membabi buta? ” tegasnya penuh tanya

Mudin juga sudah menanyakan ke pelakunya, dan menurut keterangan pelaku bahwa mereka di adudomba oleh orang orang dari dalam kem PT Labrosco, makanya terjadi insiden ini

“Saya minta andri sebagai manager di kem PT Labrosco sopi majiko, segera bertanggung jawab atas insiden ini sehingga jatuhnya korban, selain itu saya minta dengan hormat kepada pemilik PT Labrosco, agar segera mengevaluasi dan menindak tegas Andri, karena atas kelalaiannya bisa menimbulkan kerusuhan dalam kem perusahan,” pintanya

Sementara Kasat Reskrim Polres Pulau Morotai, terkait masalah ini, belum dapat di konfirmasi, karena lagi keluar daerah,

“Kasat Reskrim lagi ke tobelo, nanti tunggu beliau datang baru minta keterangannya, dan soal perkelahian di kem perusahan, desa sopi majiko, morotai jaya, pelaku, korban dan saksi sementara dalam pemeriksaan,” ungkap sala satu anggota Reskrim

--

BERITA LAINNYA

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras...

Pelaku Pengrusakan Toko Indoraya akhirnya menyesal dan minta...

Sanana -- Pelaku pengrusakan Toko Indoraya pada Desember 2020, Mukaram Umasugi akhirnya menyesal dan minta...

Bupati Bakal Beri Sangsi Kepada Pegawai Yang Tolak...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, memberikan Warning kepada pegawai (PNS/PTT) yang sampai...

Gaji Guru dan PTT Disdik Kota Ternate Cair,...

Ternate -- Gaji Guru dan PTT Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate telah mencairkan. Hal tersebut...

YPK GMIH Angkat Tommy Sebagai Kepsek SMA Kristen...

Tobelo -- Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH), pada Sabtu (12/6)...

Hampir Lima Bulan, Pemda Halut Tunggak Gaji Pegawai...

Tobelo -- Hampir Lima bulan gaji dan tunjangan pegawai honorer bahkan untuk Penghasilan Tetap (Siltap)...

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

Beri Sinyal Tidak Ada Dendam Politik, Bupati: Siapa...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik memiliki kebiasaan melakukkan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kantor Dinas/Badan, kantor desa,...