Nelangsa Pemuda Soreang Bandung Terbaring Tak Berdaya

i-malut.com, JAWA BARAT — Ilham Dwiguna Pangestu (20) terbaring tak berdaya. Anak pasangan Dedi Irawan (41) dan Heni (39) ini menghabiskan waktunya di atas ranjang atau karpet di ruang tengah rumah.

Tubuh Ilham tinggal tulang dan kulit. Bobot tubuhnya sekitar 19 kilogram, tidak lazim seperti pemuda seusiannya. Ia tak dapat berbicara dengan jelas dan hanya memberi kata isyarat kepada ibunya selagi berkomunikasi.

Heni terus menatap sang anak. Dia memangku Ilham yang tiba-tiba rewel.

“Kalau nonton suka anteng, atau mendengarkan musik. Sekarang hanya mendengarkan musik saja, enggak bisa nonton teve soalnya. Tevenya rusak,” ujar Heni di rumah kontrakannya, Kampung Babakan Desa, RT 03 RW 14, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, seperti dikutip i-malut dari detikNews, Selasa (8/1).

Heni mengungkapkan awal mula pertumbuhan Ilham terganggu kesehatannya saat usia satu tahun. Anak pertama dari lima bersaudara ini sempat mengalami demam hebat.

Demam diderita Ilham tak kunjung diobati. Sebab, kata Heni, dulu keluarganya tinggal di desa terpencil Cianjur selatan.

“Demam, panas pas umurnya satu tahun bahkan sampai step dan kejang. Tidak keburu dibawa ke dokter, soalnya jarak antara rumah dan dokter jauh. Demamnya sampai tiga bulan,” tuturnya.

Untuk berobat ke puskesmas terdekat saja Heni harus membawa Ilham ke Ciwidey, Kabupaten Bandung. Jarak tempuh dari rumahnya di Cianjur itu menghabiskan waktu 4 jam. Sedangkan untuk berobat ke kawasan perkotaan Cianjur, dia harus menempuh waktu lebih lama lagi, ditambah kondisi jalan rusak.

“Saya tinggal di perbatasan Cianjur-Bandung. Untuk berobat pun saya harus ke Ciwidey, karena lebih dekat ke Ciwidey,” ucap Heni.

Ia dan suaminya pernah membawa Ilham untuk berobat ke salah satu dokter di Ciwidey. “Katanya mengalami gizi buruk,” ujarnya.

Sekitar sepuluh tahun lalu, Heni dan suaminya memutuskan untuk pindah rumah dari Cianjur ke Desa Pamekaran, Soreang, Kabupaten Bandung. Alasannya untuk memudahkan akses pendidikan dan kesehatan anak-anaknya.

Ilham mendapatkan bantuan kursi roda dari Dinas Sosial Kabupaten Bandung. Saat ini Ilham masih membutuhkan biaya untuk asupan nutrisi dan terapi.

Ilham tak berobat secara rutin ke puskesmas dan rumah sakit setempat. Karena Heni dan suami tidak memiliki biaya lebih. Bahkan Ilham tidak terdaftar BPJS Kesehatan.

“Ilham tidak masuk ke BPJS tempat suami saya kerja, karena waktu itu Ilham tidak memiliki akta kelahiran. Jadi sekarang dibawa berobat kalau sakit saja, kalau panas atau kejang saja karena enggak punya biayanya,” ucap Heni.

“Saya enggak kasih susu karena saya tidak mampu. Dan keinginan saya bisa berobat, sekarang paling hanya dipijat saja,” Heni menambahkan.

Kepala Puskesos Desa Pamekaran, Yani Rosdiani menuturkan, pihaknya telah memberikan bantuan kursi roda kepada Ilham dari Dinas Sosial Kabupaten Bandung. “Selain itu kami juga telah membantu membuatkan akta kelahiran Ilham untuk proses pembuatan BPJS mandiri,” katanya.

Namun pihak desa tidak bisa membantu membuatkan BPJS dari pemerintah, karena harus terintegrasi dengan BPJS Kesehatan sang ayah yang didapat dari tempatnya bekerja.

“Paling solusinya Ilham harus daftar BPJS secara mandiri, karena dulu Ilham tidak memiliki akta kelahiran, sehingga tidak bisa diklaim dan tidak bisa terintegrasi ke BPJS ayahnya,” katanya.

Pihak desa mengaku hanya bisa membantu dengan membuatkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) untuk meringankan biaya pengobatan Ilham di RSUD Soreang. “Paling dari pemerintah desa bisa menbuatkan SKTM untuk meringankan biaya (berobat). Dari SKTM ini bisa maksimal Rp 5 juta per pasien per tahun, tapi tidak bisa cover seluruhnya,” ucap Yani. (bbn/bbn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

Babinsa Fuata ikut Sosialisasikan Filariasis ke Warga Desa

Sanana -- Baru-baru ini Bintara Pemuda Desa (Babinsa), di Desa Fuata-Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Serda. Yusran Fataruba ikut mensosialisasikan penyakit Kaki Gajah (Filariasis) kepada Masyarakat Desa,...

Akhirnya Pemprov Malut Hentikan Proses Produksi Dilokasi Smelter...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), ditanggapi serius oleh Pemprov melalui Dinas Tenaga...

KASN sebut mutasi massal pejabat di Sula sebagai...

Sanana -- Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN akhirnya angkat bicara terkait mutasi massal yang dilakukan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Sumardi, S.E., M.Si asisten Komisioner KASN...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Nelangsa Pemuda Soreang Bandung Terbaring Tak Berdaya

i-malut.com, JAWA BARAT — Ilham Dwiguna Pangestu (20) terbaring tak berdaya. Anak pasangan Dedi Irawan (41) dan Heni (39) ini menghabiskan waktunya di atas ranjang atau karpet di ruang tengah rumah.

Tubuh Ilham tinggal tulang dan kulit. Bobot tubuhnya sekitar 19 kilogram, tidak lazim seperti pemuda seusiannya. Ia tak dapat berbicara dengan jelas dan hanya memberi kata isyarat kepada ibunya selagi berkomunikasi.

Heni terus menatap sang anak. Dia memangku Ilham yang tiba-tiba rewel.

“Kalau nonton suka anteng, atau mendengarkan musik. Sekarang hanya mendengarkan musik saja, enggak bisa nonton teve soalnya. Tevenya rusak,” ujar Heni di rumah kontrakannya, Kampung Babakan Desa, RT 03 RW 14, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, seperti dikutip i-malut dari detikNews, Selasa (8/1).

Heni mengungkapkan awal mula pertumbuhan Ilham terganggu kesehatannya saat usia satu tahun. Anak pertama dari lima bersaudara ini sempat mengalami demam hebat.

Demam diderita Ilham tak kunjung diobati. Sebab, kata Heni, dulu keluarganya tinggal di desa terpencil Cianjur selatan.

“Demam, panas pas umurnya satu tahun bahkan sampai step dan kejang. Tidak keburu dibawa ke dokter, soalnya jarak antara rumah dan dokter jauh. Demamnya sampai tiga bulan,” tuturnya.

Untuk berobat ke puskesmas terdekat saja Heni harus membawa Ilham ke Ciwidey, Kabupaten Bandung. Jarak tempuh dari rumahnya di Cianjur itu menghabiskan waktu 4 jam. Sedangkan untuk berobat ke kawasan perkotaan Cianjur, dia harus menempuh waktu lebih lama lagi, ditambah kondisi jalan rusak.

“Saya tinggal di perbatasan Cianjur-Bandung. Untuk berobat pun saya harus ke Ciwidey, karena lebih dekat ke Ciwidey,” ucap Heni.

Ia dan suaminya pernah membawa Ilham untuk berobat ke salah satu dokter di Ciwidey. “Katanya mengalami gizi buruk,” ujarnya.

Sekitar sepuluh tahun lalu, Heni dan suaminya memutuskan untuk pindah rumah dari Cianjur ke Desa Pamekaran, Soreang, Kabupaten Bandung. Alasannya untuk memudahkan akses pendidikan dan kesehatan anak-anaknya.

Ilham mendapatkan bantuan kursi roda dari Dinas Sosial Kabupaten Bandung. Saat ini Ilham masih membutuhkan biaya untuk asupan nutrisi dan terapi.

Ilham tak berobat secara rutin ke puskesmas dan rumah sakit setempat. Karena Heni dan suami tidak memiliki biaya lebih. Bahkan Ilham tidak terdaftar BPJS Kesehatan.

“Ilham tidak masuk ke BPJS tempat suami saya kerja, karena waktu itu Ilham tidak memiliki akta kelahiran. Jadi sekarang dibawa berobat kalau sakit saja, kalau panas atau kejang saja karena enggak punya biayanya,” ucap Heni.

“Saya enggak kasih susu karena saya tidak mampu. Dan keinginan saya bisa berobat, sekarang paling hanya dipijat saja,” Heni menambahkan.

Kepala Puskesos Desa Pamekaran, Yani Rosdiani menuturkan, pihaknya telah memberikan bantuan kursi roda kepada Ilham dari Dinas Sosial Kabupaten Bandung. “Selain itu kami juga telah membantu membuatkan akta kelahiran Ilham untuk proses pembuatan BPJS mandiri,” katanya.

Namun pihak desa tidak bisa membantu membuatkan BPJS dari pemerintah, karena harus terintegrasi dengan BPJS Kesehatan sang ayah yang didapat dari tempatnya bekerja.

“Paling solusinya Ilham harus daftar BPJS secara mandiri, karena dulu Ilham tidak memiliki akta kelahiran, sehingga tidak bisa diklaim dan tidak bisa terintegrasi ke BPJS ayahnya,” katanya.

Pihak desa mengaku hanya bisa membantu dengan membuatkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) untuk meringankan biaya pengobatan Ilham di RSUD Soreang. “Paling dari pemerintah desa bisa menbuatkan SKTM untuk meringankan biaya (berobat). Dari SKTM ini bisa maksimal Rp 5 juta per pasien per tahun, tapi tidak bisa cover seluruhnya,” ucap Yani. (bbn/bbn)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER