Bantah Biayai Aksi, Sekda M Kharie: Semua Itu Fitnah

i-malut.com, MOROTAI — Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad M Kharie, setelah mendapat pelimpahan sebagian kewenangan dari Bupati Benny Laos, untuk melantik sejumlah pejabat dan memutasikan sejumlah ASN, melalui Perbup nomor 1 tahun 2019, membuat sejumlah pihak kebakaran jenggot, kini Ia mendapat perlawanan dari sejumlah ASN.

Jabatan Sekda-pun di goyang, dengan isu isu miring yang menyudutkan Sekda M Kharie. Isu dimaksud mulai dari Sekda turut mengatur pertemuan untuk aksi, sampai isu Sekda mendanai aksi.

Isu yang jadi konsumsi publik saat ini, membuat Sekda gelisah, geram dan membantah semua isu itu,

“Saya di isukan ikut rapat dan biayai aksi menjatuhkan Bupati, semua itu tidak benar dan fitnah, karena mereka ingin menjatuhkan saya,” ungkap Sekda Muhammad M Kharie, saat dikonfirmasi melalui telpon seluler, kamis 10 januari 2019 malam

Yang sebenarnya kata Sekda M Kharie, sejumlah ASN datang berkonsultasi soal hak dan kewajiban mereka. Sebagai Sekda pimpinan mereka, Ia menerima kedatangan mereka, tetapi kata M. Kharie, bukan berarti mereka rapat bersama dirinya untuk aksi jatuhkan Bupati, karena dirinya tidak pernah rapat dengan mereka.

“Jangan karena kalian pernah bertemu saya dirumah terus di plintir seakan akan saya otak aksi, padahal otak aksinya adalah mereka sendiri, pertemuan saya dengan kalian sebagai pimpinan dengan bawahan dan sebagai tamu saya,” tegas Sekda.

Selain itu, lanjut M Kharie, mereka membuat isu bahwa dirinya yang danai aksi, dengan memberikan uang ke Jimo Taihu. Menurutnya ini fitnah yang sangat nyata.

“Karena yang sesungguhnya, Jimo itu datang kerumah saya meminta bantu buat anaknya diluar daerah yang mau balik ke morotai untuk iku tes CPNS dan itu kurang lebih dua bulan sebelumnya baru aksi.” Katanya

“Jimo Taihu dari Desa Daeo itu, benar datang ke saya, dia datang membawa sertifikat tanah, dengan tujuan minta bantu duit 5 juta, dengan jaminan sertifikat, karena butuh uang, dia sudah boking tiket pesawat buat anaknya pulang ke morotai, untuk ikut tes CPNS, tetapi Jimo tidak ada uang untuk membayar tiket. Namun, saya tidak ada uang sebesar itu, makanya saya tolak sertifikatnya, tetapi besoknya saya bantu Jimo 2 juta rupiah, dan itu saya bantu secara ihlas, kok malah di plintir duit itu buat biayai aksi,” sembur sekda.

Malah menurut Sekda M Kharie, yang mau menggulingkan Bupati Benny Laos, mereka yang lakukan aksi dan membuat pertemuan di Gotalamo komplek tanah tinggi dan itu fakta tidak terbantahkan.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Drupadi BMI Malut Desak Polda Malut Usut Tuntas...

Ternate -- Drupadi Bintang Muda Indonesia (BIM) Maluku Utara (Malut), desak Polda Malut untuk segera mengusut tuntas kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu oknum Polisi berpangkat Briptu pada...

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia yang memproduksi...

Lagi, Jembatan Pitago Bailengit Rusak

Tobelo -- Sangat memprihatinkan, jembatan Wailamo yang menghubungkan Desa Pitago dan Desa Bailengit Kecamatan Kao Barat Kabupaten Halmahera Utara, lagi-lagi kembali rusak. Padahal, jembatan tersebut belum lama ini telah...

Dinas P3A Malut Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan di...

Sofifi -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Maluku Utara (Malut) akan mengawal kasus pemerkosaan terhadap korban yang masih dibawah umur, yang diduga dilakukan oknum Polisi di...

Kembali marak, Babinsa Waiman ingatkan warga terkait Bahaya...

Sanana, Perang terhadap Corona Virus Disease atau Covid-19 belum selesai, bahkan kini ada varian baru terkait virus ini. Untuk itu Pemerintah Indonesia, mulai dari Pusat maupun Daerah kembali mengingatkan...

Bergerak Cepat, DPD BMI Malut Mengakar Hingga ke-Pelosok...

Ternate -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesian (BMI) Maluku Utara, gencar melakukan sosialisasi serta konsolidasi dan verifikasi faktual, guna membentuk DPC Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal ini...

Besok, Disdik Kota Ternate Lounching Sekolah Insklusif di...

Ternate - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate pada Rabu 23 Juni 2021 besok akan Lounching Sekolah Insklusif, bertempat SD Negeri 6 Kota Ternate, Kelurahan Kampung Makasar Barat, Kota Ternate...

Sambut kedatangan Mendagri Tito Karnavian, APMS pasang baliho...

Sanana -- Aliansi Peduli Masyarakat Sula atau APMS kepada media ini memberikan penjelasan terkait Sikap Bupati Sula memutasi dan merotasi 57 jabatan termasuk menon-jobkan Sekda Kepulauan Sula, sebagai perbuatan...

Babinsa Sekom Pelopori Giat Bhakti, ajak Warga dan...

Sanana -- Kelompok Masyarakat Desa yang mempunyai paradigma maju dan berpikir positif adalah suatu kekuatan dan aset untuk membangun sebuah Desa, ditambah lagi dengan Kelompok Mahasiswa dalam satuan tugas...

BERITA UTAMA

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik...

Maslan Jabat PLH Sekda Halsel, Helmi Dikabarkan Sakit

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mengangkat Maslan Hi. Hasan,SH,M.Si, Kepala Bagian (Kabag) organisasi sebagai Asisten Perekonomian dan...

ARTIKEL TERKAIT

Bantah Biayai Aksi, Sekda M Kharie: Semua Itu Fitnah

i-malut.com, MOROTAI — Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad M Kharie, setelah mendapat pelimpahan sebagian kewenangan dari Bupati Benny Laos, untuk melantik sejumlah pejabat dan memutasikan sejumlah ASN, melalui Perbup nomor 1 tahun 2019, membuat sejumlah pihak kebakaran jenggot, kini Ia mendapat perlawanan dari sejumlah ASN.

Jabatan Sekda-pun di goyang, dengan isu isu miring yang menyudutkan Sekda M Kharie. Isu dimaksud mulai dari Sekda turut mengatur pertemuan untuk aksi, sampai isu Sekda mendanai aksi.

Isu yang jadi konsumsi publik saat ini, membuat Sekda gelisah, geram dan membantah semua isu itu,

“Saya di isukan ikut rapat dan biayai aksi menjatuhkan Bupati, semua itu tidak benar dan fitnah, karena mereka ingin menjatuhkan saya,” ungkap Sekda Muhammad M Kharie, saat dikonfirmasi melalui telpon seluler, kamis 10 januari 2019 malam

Yang sebenarnya kata Sekda M Kharie, sejumlah ASN datang berkonsultasi soal hak dan kewajiban mereka. Sebagai Sekda pimpinan mereka, Ia menerima kedatangan mereka, tetapi kata M. Kharie, bukan berarti mereka rapat bersama dirinya untuk aksi jatuhkan Bupati, karena dirinya tidak pernah rapat dengan mereka.

“Jangan karena kalian pernah bertemu saya dirumah terus di plintir seakan akan saya otak aksi, padahal otak aksinya adalah mereka sendiri, pertemuan saya dengan kalian sebagai pimpinan dengan bawahan dan sebagai tamu saya,” tegas Sekda.

Selain itu, lanjut M Kharie, mereka membuat isu bahwa dirinya yang danai aksi, dengan memberikan uang ke Jimo Taihu. Menurutnya ini fitnah yang sangat nyata.

“Karena yang sesungguhnya, Jimo itu datang kerumah saya meminta bantu buat anaknya diluar daerah yang mau balik ke morotai untuk iku tes CPNS dan itu kurang lebih dua bulan sebelumnya baru aksi.” Katanya

“Jimo Taihu dari Desa Daeo itu, benar datang ke saya, dia datang membawa sertifikat tanah, dengan tujuan minta bantu duit 5 juta, dengan jaminan sertifikat, karena butuh uang, dia sudah boking tiket pesawat buat anaknya pulang ke morotai, untuk ikut tes CPNS, tetapi Jimo tidak ada uang untuk membayar tiket. Namun, saya tidak ada uang sebesar itu, makanya saya tolak sertifikatnya, tetapi besoknya saya bantu Jimo 2 juta rupiah, dan itu saya bantu secara ihlas, kok malah di plintir duit itu buat biayai aksi,” sembur sekda.

Malah menurut Sekda M Kharie, yang mau menggulingkan Bupati Benny Laos, mereka yang lakukan aksi dan membuat pertemuan di Gotalamo komplek tanah tinggi dan itu fakta tidak terbantahkan.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER