Cara Cegah dan Hilangkan Lemak di Perut

i-malut.com, JAKARTA — Lemak di perut tak hanya sekadar mengganggu penampilan, tapi juga fungsi otak. Penelitian terbaru menemukan keterkaitan antara lemak di perut dengan penyusutan volume materi abu-abu di dalam otak.

Studi pada hampir sembilan ribu orang itu mendapati orang dengan indeks massa tubuh (BMI) dan rasio pinggang-pinggul yang tinggi memiliki volume materi abu-abu yang lebih rendah.

Orang dengan kelebihan berat badan terkait dengan penyusutan di daerah tertentu dalam otak seperti pallidum, nucleus accumbens, putamen, dan caudate. Semua bagian otak ini terlibat dalam mengatur motivasi dan penghargaan diri.

Namun, Anda tak perlu khawatir karena lemak di perut dapat dicegah dan dihilangkan dengan cara yang mudah, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (11/1).

Mencegah lemak

Bagi Anda yang tak ingin lemak membandel di perut dan membuat otak menyusut ada dua cara yang dapat dilakukan.

Mengutip Get Healthy U, untuk mencegah lemak muncul di perut yang perlu dilakukan adalah berolahraga. Terdengar klise?

Olahraga yang dilakukan sebenarnya tak bisa sembarangan, melainkan olahraga jenis kardio dan kekuatan otot.

Latihan kardio dapat membakar kalori, meningkatkan energi, dan membuka jalur oksigen. Sedangkan latihan otot dapat mempercepat laju metabolisme sehingga membakar energi lebih banyak. Hasilnya, lemak ikut terbakar dan tak jadi menumpuk di perut.

Cara kedua untuk mencegah lemak di perut adalah tidak melewatkan waktu makan baik sarapan, makan siang, dan makan malam.

Penelitian menunjukkan melewatkan makan dapat membuat tubuh memperlambat metabolisme sehingga memicu penumpukan lemak saat waktu makan berikutnya. Studi lain juga mendapat melewatkan makan berperan meningkatkan lemak di perut bahkan dapat menyebabkan resistensi insulin.

Menghilangkan lemak

Untuk menghilangkan lemak yang sudah menumpuk di perut, beberapa cara dapat dilakukan. Rutin berolahraga merupakan satu cara yang dapat dilakukan menghilangkan lemak. Olahraga dapat meningkatkan metabolisme dan memangkas lemak dalam jumlah besar.

Rutin berolahraga ini mesti diikuti dengan diet yang tinggi serat. Dikutip dari situs kesehatan Web MD, diet yang tinggi serat berarti juga rendah asupan lemak. Artinya, hanya akan ada sedikit lemak yang tertimbun di dalam tubuh.

Kurangi karbohidrat dan perbanyak protein juga merupakan strategi yang baik untuk mengurangi lemak. Health Line merekomendasikan untuk menghindari makanan bergula dan minuman yang mengandung pemanis. Asupan gula dapat membuat tubuh kelebihan fruktosa yang akan berubah menjadi lemak. (ptj/chs)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

Babinsa Fuata ikut Sosialisasikan Filariasis ke Warga Desa

Sanana -- Baru-baru ini Bintara Pemuda Desa (Babinsa), di Desa Fuata-Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Serda. Yusran Fataruba ikut mensosialisasikan penyakit Kaki Gajah (Filariasis) kepada Masyarakat Desa,...

Akhirnya Pemprov Malut Hentikan Proses Produksi Dilokasi Smelter...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), ditanggapi serius oleh Pemprov melalui Dinas Tenaga...

KASN sebut mutasi massal pejabat di Sula sebagai...

Sanana -- Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN akhirnya angkat bicara terkait mutasi massal yang dilakukan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Sumardi, S.E., M.Si asisten Komisioner KASN...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Cara Cegah dan Hilangkan Lemak di Perut

i-malut.com, JAKARTA — Lemak di perut tak hanya sekadar mengganggu penampilan, tapi juga fungsi otak. Penelitian terbaru menemukan keterkaitan antara lemak di perut dengan penyusutan volume materi abu-abu di dalam otak.

Studi pada hampir sembilan ribu orang itu mendapati orang dengan indeks massa tubuh (BMI) dan rasio pinggang-pinggul yang tinggi memiliki volume materi abu-abu yang lebih rendah.

Orang dengan kelebihan berat badan terkait dengan penyusutan di daerah tertentu dalam otak seperti pallidum, nucleus accumbens, putamen, dan caudate. Semua bagian otak ini terlibat dalam mengatur motivasi dan penghargaan diri.

Namun, Anda tak perlu khawatir karena lemak di perut dapat dicegah dan dihilangkan dengan cara yang mudah, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (11/1).

Mencegah lemak

Bagi Anda yang tak ingin lemak membandel di perut dan membuat otak menyusut ada dua cara yang dapat dilakukan.

Mengutip Get Healthy U, untuk mencegah lemak muncul di perut yang perlu dilakukan adalah berolahraga. Terdengar klise?

Olahraga yang dilakukan sebenarnya tak bisa sembarangan, melainkan olahraga jenis kardio dan kekuatan otot.

Latihan kardio dapat membakar kalori, meningkatkan energi, dan membuka jalur oksigen. Sedangkan latihan otot dapat mempercepat laju metabolisme sehingga membakar energi lebih banyak. Hasilnya, lemak ikut terbakar dan tak jadi menumpuk di perut.

Cara kedua untuk mencegah lemak di perut adalah tidak melewatkan waktu makan baik sarapan, makan siang, dan makan malam.

Penelitian menunjukkan melewatkan makan dapat membuat tubuh memperlambat metabolisme sehingga memicu penumpukan lemak saat waktu makan berikutnya. Studi lain juga mendapat melewatkan makan berperan meningkatkan lemak di perut bahkan dapat menyebabkan resistensi insulin.

Menghilangkan lemak

Untuk menghilangkan lemak yang sudah menumpuk di perut, beberapa cara dapat dilakukan. Rutin berolahraga merupakan satu cara yang dapat dilakukan menghilangkan lemak. Olahraga dapat meningkatkan metabolisme dan memangkas lemak dalam jumlah besar.

Rutin berolahraga ini mesti diikuti dengan diet yang tinggi serat. Dikutip dari situs kesehatan Web MD, diet yang tinggi serat berarti juga rendah asupan lemak. Artinya, hanya akan ada sedikit lemak yang tertimbun di dalam tubuh.

Kurangi karbohidrat dan perbanyak protein juga merupakan strategi yang baik untuk mengurangi lemak. Health Line merekomendasikan untuk menghindari makanan bergula dan minuman yang mengandung pemanis. Asupan gula dapat membuat tubuh kelebihan fruktosa yang akan berubah menjadi lemak. (ptj/chs)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER