Al-Maliki: Israel Yakin Saat Ini Momen Pas Memecah Al-Aqsha

i-malut.com — Menteri Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina Riyad Al-Maliki pada Rabu (6/3) menyeru semua negara Arab agar melakukan tindakan menghadapi setiap negara yang mengakui Al-Quds (Jerusalem) sebagai ibu kota Israel. Ia mendesak negara Arab melaksanakan resolusi Dewan Liga Arab di berbagai tingkat untuk melakukan semua tindakan perlawanan tersebut.

Al-Malki mengeluarkan komentar itu selama pidatonya dalam Sidang Ke-15 Dewan Liga Arab di tingkat menteri luar negeri yang diselenggarakan di Kairo, Mesir.

Dilansir dari Antara via Republika, Kamis (7/3), Menteri Palestina itu mengatakan rakyat Palestina saat ini mempertahankan Masjid Al-Aqsha dari upaya Israel untuk menguasai beberapa bagian tempat suci tersebut. Penguasa pendudukan Yahudi, kata ia, percaya saat ini adalah waktu yang tepat untuk memecah Masjid Al-Aqsha.

“Kita perlu menanggapi perdana menteri pemerintah pendudukan Israel, yang setiap hari mengklaim perdamaian dengan Palestina bukan syarat bagi perdamaian,” ujarnya seperti dikutip kantor berita WAFA.

Pada 2002, Liga Negara Arab mengesahkan Gagasan Perdamaian Arab, yang memperlihatkan keinginan bangsa Arab bagi perdamaian strategis. Gagasan itu menetapkan bahwa syarat untuk mengakui Israel dan penetapan hubungan normal dengannya ialah penarikan Israel dari wilayah Palestina, yang diduduki pada 1967. Kemudian berdirinya Negara Palestina Merdeka dan dicapainya penyelesaian yang adil bagi masalah pengungsi Palestina.

“Oleh karena itu, negara Arab telah menyampaikan konsesi maksimum yang bisa mereka tawarkan bagi perdamaian yang adil dan menyeluruh,” katanya.

Ia menambahkan bahwa “17 tahun setelah Gagasan Perdamaian Arab, jumlah pemukim Yahudi telah berlipat-ganda, kegiatan me-Yahudi-kan Al-Quds Timur dan upaya untuk memecah Masjid Al-Aqsha telah meningkat.

“Pembunuhan, penangkapan dan perampokan tanah orang Palestina dan sumber daya telah berlipat-ganda,” ia menegaskan.

Al-Malki juga menyeru presiden Brazil agar mempertahankan posisi bersejarah dalam mendukung hak rakyat Palestina, dan mendesak dia agar mematuhi hukum dan resolusi internasional. Brasil harus menahan diri dari tindakan apa pun yang merusak status hukum Al-Quds.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Ike Sebut SPSI Malut Bakal Kawal Hak-hak Korban...

Ternate -- Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD-SPSI) Maluku Utara (Malut), menyikapi insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Ketua...

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Al-Maliki: Israel Yakin Saat Ini Momen Pas Memecah Al-Aqsha

i-malut.com — Menteri Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina Riyad Al-Maliki pada Rabu (6/3) menyeru semua negara Arab agar melakukan tindakan menghadapi setiap negara yang mengakui Al-Quds (Jerusalem) sebagai ibu kota Israel. Ia mendesak negara Arab melaksanakan resolusi Dewan Liga Arab di berbagai tingkat untuk melakukan semua tindakan perlawanan tersebut.

Al-Malki mengeluarkan komentar itu selama pidatonya dalam Sidang Ke-15 Dewan Liga Arab di tingkat menteri luar negeri yang diselenggarakan di Kairo, Mesir.

Dilansir dari Antara via Republika, Kamis (7/3), Menteri Palestina itu mengatakan rakyat Palestina saat ini mempertahankan Masjid Al-Aqsha dari upaya Israel untuk menguasai beberapa bagian tempat suci tersebut. Penguasa pendudukan Yahudi, kata ia, percaya saat ini adalah waktu yang tepat untuk memecah Masjid Al-Aqsha.

“Kita perlu menanggapi perdana menteri pemerintah pendudukan Israel, yang setiap hari mengklaim perdamaian dengan Palestina bukan syarat bagi perdamaian,” ujarnya seperti dikutip kantor berita WAFA.

Pada 2002, Liga Negara Arab mengesahkan Gagasan Perdamaian Arab, yang memperlihatkan keinginan bangsa Arab bagi perdamaian strategis. Gagasan itu menetapkan bahwa syarat untuk mengakui Israel dan penetapan hubungan normal dengannya ialah penarikan Israel dari wilayah Palestina, yang diduduki pada 1967. Kemudian berdirinya Negara Palestina Merdeka dan dicapainya penyelesaian yang adil bagi masalah pengungsi Palestina.

“Oleh karena itu, negara Arab telah menyampaikan konsesi maksimum yang bisa mereka tawarkan bagi perdamaian yang adil dan menyeluruh,” katanya.

Ia menambahkan bahwa “17 tahun setelah Gagasan Perdamaian Arab, jumlah pemukim Yahudi telah berlipat-ganda, kegiatan me-Yahudi-kan Al-Quds Timur dan upaya untuk memecah Masjid Al-Aqsha telah meningkat.

“Pembunuhan, penangkapan dan perampokan tanah orang Palestina dan sumber daya telah berlipat-ganda,” ia menegaskan.

Al-Malki juga menyeru presiden Brazil agar mempertahankan posisi bersejarah dalam mendukung hak rakyat Palestina, dan mendesak dia agar mematuhi hukum dan resolusi internasional. Brasil harus menahan diri dari tindakan apa pun yang merusak status hukum Al-Quds.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...