Keutamaan Bertutur yang Baik kepada Orang Tua

i-malut.com, Jakarta — Islam memerintahkan umat manusia untuk menghormati orang tua, khususnya ibunda. Menyakiti hati keduanya bukanlah perkara yang ringan. Sebab, ridha dan murkanya Allah bergantung pada ridha dan murkanya orang tua. Hal itu telah ditegaskan dalam suatu hadits Rasulullah Muhammad SAW.

Dilansir dari Republika, Kamis (14/3), Allah SWT adalah Zat Yang Mahakuasa. Dia menunda azab kepada siapapun yang dikendaki-Nya. Dia pun dapat menimpakan azab kepada siapapun yang dimaui-Nya. Terkait itu, Nabi SAW berpesan kepada kaum Muslimin agar tidak durhaka kepada orang tua.

Dalam sebuah hadits riwayat al-Hakim disebutkan, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Ada dua pintu petaka yang disegerakan akibatnya di dunia ini, yaitu orang yang zalim dan durhaka kepada orang tua.”

Bahkan, jihad di jalan Allah (fii sabilillah) tidak akan sempurna kecuali seorang yang beriman telah memeroleh restu dari orang tuanya. Dikisahkan, suatu kali seorang pria mendatangi Nabi SAW untuk meminta izin kepada beliau agar diberangkatkan jihad.

Rasulullah SAW pun bertanya kepadanya, “Apakah kedua orang tua engkau masih ada (hidup)?”

“Iya, wahai Rasulullah,” jawab si pria.

“Berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya,” ujar Nabi SAW.

Setidak-tidaknya, lisan dan wajah selalu mendatangkan ketentraman ke dalam hati orang tua. Kadangkala, ada suatu keluarga yang di dalamnya si anak lebih saleh daripada orang tuanya. Dalam hal ini, tetap saja tidak dibenarkan untuk mencela mereka.

Ali bin Abi Thalib berwasiat mengenai hal itu, “Janganlah engkau menggunakan kefasihan bicaramu (mendebat) di hadapan ibumu yang dahulu telah mengajarimu berbicara.” Maknanya, pengetahuan agama yang diperoleh sang anak hendaknya dikomunikasikan dengan cara-cara yang santun kepada orang tua yang masih tertutup hatinya.

Misalnya, dengan meyakinkan kepada mereka melalui perbuatan-perbuatan, tidak hanya lisan. Bahwa kehidupan si anak lebih tertata dan akhlaknya kian baik setelah mendalami ilmu-ilmu agama. Ditambah pula dengan berdoa kepada Zat Yang Maha-membolak-balikkan hati. Semoga hidayah-Nya menyinari kalbu kedua orang tua.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Ike Sebut SPSI Malut Bakal Kawal Hak-hak Korban...

Ternate -- Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD-SPSI) Maluku Utara (Malut), menyikapi insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Ketua...

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Keutamaan Bertutur yang Baik kepada Orang Tua

i-malut.com, Jakarta — Islam memerintahkan umat manusia untuk menghormati orang tua, khususnya ibunda. Menyakiti hati keduanya bukanlah perkara yang ringan. Sebab, ridha dan murkanya Allah bergantung pada ridha dan murkanya orang tua. Hal itu telah ditegaskan dalam suatu hadits Rasulullah Muhammad SAW.

Dilansir dari Republika, Kamis (14/3), Allah SWT adalah Zat Yang Mahakuasa. Dia menunda azab kepada siapapun yang dikendaki-Nya. Dia pun dapat menimpakan azab kepada siapapun yang dimaui-Nya. Terkait itu, Nabi SAW berpesan kepada kaum Muslimin agar tidak durhaka kepada orang tua.

Dalam sebuah hadits riwayat al-Hakim disebutkan, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Ada dua pintu petaka yang disegerakan akibatnya di dunia ini, yaitu orang yang zalim dan durhaka kepada orang tua.”

Bahkan, jihad di jalan Allah (fii sabilillah) tidak akan sempurna kecuali seorang yang beriman telah memeroleh restu dari orang tuanya. Dikisahkan, suatu kali seorang pria mendatangi Nabi SAW untuk meminta izin kepada beliau agar diberangkatkan jihad.

Rasulullah SAW pun bertanya kepadanya, “Apakah kedua orang tua engkau masih ada (hidup)?”

“Iya, wahai Rasulullah,” jawab si pria.

“Berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya,” ujar Nabi SAW.

Setidak-tidaknya, lisan dan wajah selalu mendatangkan ketentraman ke dalam hati orang tua. Kadangkala, ada suatu keluarga yang di dalamnya si anak lebih saleh daripada orang tuanya. Dalam hal ini, tetap saja tidak dibenarkan untuk mencela mereka.

Ali bin Abi Thalib berwasiat mengenai hal itu, “Janganlah engkau menggunakan kefasihan bicaramu (mendebat) di hadapan ibumu yang dahulu telah mengajarimu berbicara.” Maknanya, pengetahuan agama yang diperoleh sang anak hendaknya dikomunikasikan dengan cara-cara yang santun kepada orang tua yang masih tertutup hatinya.

Misalnya, dengan meyakinkan kepada mereka melalui perbuatan-perbuatan, tidak hanya lisan. Bahwa kehidupan si anak lebih tertata dan akhlaknya kian baik setelah mendalami ilmu-ilmu agama. Ditambah pula dengan berdoa kepada Zat Yang Maha-membolak-balikkan hati. Semoga hidayah-Nya menyinari kalbu kedua orang tua.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...