Atraksi Bambu Tada dan Aksi Wali Band Sukses Sempurnakan Puncak Festival Morotai

i-malut.com, Morotai — Puncak acara Festival Morotai 2019 berlangsung meriah. Kemeriahan itu datang dari tiga acara yang digelar di Panggung Festival Morotai, tanggal 7-8 Agustus 2019 malam. Pertama dan kedua atraksi penari kolosal dan kolaborasi musikal porimoi Morotai yakni bambu tada karya koreografer kelas dunia Eko “Pece” Supriyanto. Dan yang ketiga penampilan penyanyi pop Ambon Maluku, Mitha Talahatu serta penampilan apik, atraktif group band papan atas yang sangat diminati masyarakat Morotai, yaitu Wali Band.

Perlu diketahui, Eko Supriyanto atau lebih dikenal dengan panggilan Eko Pece adalah koreografer yang terlibat dibalik suksesnya opening ceremony Asian Games 2018 lalu, penari latarnya Madonna, dan belum lama ini sukses menyutdarai Festival Teluk Jailolo (FTJ). Kini Eko sutradarai Festival Morotai 2019, sehingga atraksi para penari yang diasuhnya tampil lebih dahulu dengan tarian kolosal mengangkat tema Kolosal “Land Of Stories” Tarian Musikal Porimoi Morotai bambu tada, yang menceritakan ragam budaya dan sejarah perang dunia ke-II 74 tahun silam di pulau Morotai.

Koreografer kelas dunia Eko Supriyanto sukses menyutdarai Festival Morotai 2019.

Atraksi ini mengajak masyarakat Morotai agar bangga terlahir di pulau gerbang Pasifik ini. Dimana Morotai kaya akan ragam budaya, Karena bermukimnya banyak suku. Selain itu, Morotai kaya akan sejarah masa lalu, yakni perang dunia ke-2, dimana tentara Amerika dan Sekutunya menjadikan Morotai sebagai basis utama pangkalan udara dalam pertempuran melawan dan menaklukkan tentara Jepang kala itu. Kekayaan ini harus dijaga bersama dan masyarakatnya selalu hidup rukun dan bergandengan tangan. Alur cerita attraksi kolosal musikal porimoi morotai bambu tada ini memukau Menteri Pariwisata, Arif Yahya, ratusan tamu undangan dan ribuan mata penonton, baik masyarakat morotai serta wisatawan.

Tarian Kolosal dan Musikal Porimoi Morotai Bambu Tada yang menceritakan tentang ragam budaya dan sejarah perang dunia ke-II. (Foto: Sherly Tjoanda)

Setelah itu, malamnya keseruan dilanjutkan dengan hiburan rakyat, menampilkan artis asal Ambon Maluku, Mitha Talahatu. Penyanyi bertubuh mungil dan cantik ini berhasil menghibur dan membuat ribuan penonton bersukaria.

Puncak keseruan pesta rakyat tersebut berlanjut pada Kamis 8 Agustus malam. tampilnya Wali, Group Band papan atas yang sukses menghipnotis ribuan penonton berjingkrak jingkrak dan histeris. Keseruan ini pernah terjadi beberapa tahun silam dilapangan bola MTQ morotai. kini Wally Band yang lagu lagunya paling diminati masyarakat morotai mulai dari kalangan anak anak hingga orang tua membuat heboh kembali dengan lagu lagu hitsnya. Karena, tidak asing lagi di hati penggemarnya untuk dinyanyikan bersama.

Aksi Wali Band, kemeriahan Festival Morotai jadi sempurna

Festival Morotai akan ditetapkan sebagai event tahunan oleh Kementrian Pariwisata, karena merupakan bentuk promosi potensi pariwisata Kabupaten Pulau Morotai yang efektif, terutama potensi wisata budaya, bahari dan sejarah.

“Festival Morotai merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan citra Pulau Morotai khususnya dan Maluku Utara serta Indonesia umumnya di mata dunia. Sehingga Event ini akan menjadikan Morotai sebagai daerah yang aman dan layak untuk dikunjungi dan dijadikan destinasi wisata dunia, sehingga perlu ditetapkan sebagai even tahunan, karena kaya akan budaya, sejarahnya mendunia dan wisata baharinya terbaik di dunia, sehingga tahun 2020 saya pastikan festival Morotai kembali di gelar,” terang Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arif Yahya, saat diwawancara awak media usai menyaksikan tarian kolosal musikal porimoi morotai bambu tada yang sukses memecahkan rekor dunia, dengan menampilkan 500 penari kolosal dan 2.124 pemain musik tradisional bambu tada, dengan total peserta 2.624

Menteri pariwisata (Menpar) RI, Arif Yahya, rayakan kesuksesan even nasional Festival Morotai 2019 bersama jurnalis.

Sementara Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, mengatakan, Festival Morotai 2019 yang menampilkan atraksi tarian kolosal dan musik tradisional bambu tada yang diikuti oleh 2.624 peserta menjadi kebanggaan pemda dan rakyat morotai. Karena telah mengukir sejarah tercatat dalam MURI yang baru saja dinobatkan sebagai pemain musik terbanyak pertama di indonesia bahkan di Dunia

Bupati Pulau Morotai Benny Laos, diwawancara awak media.

Suksesnya penyelenggaraan Festival Morotai 2019 dengan brand “Land Of Stories” disampaikan Ketua penyelenggara, Muhammad M Kharie, tidak terlepas dari kerja keras panitia yang melibatkan seluruh SKPD, dukungan dari TNI-Polri dan instansi swasta serta pihak terkait lainnya. Selain itu lebih membanggakan sentuhan seorang koreografer kelas dunia Eko Supriyanto dan kawan kawan serta IO sehingga Morotai kembali memecahkan rekor MURI bahkan rekor pertama di dunia.

Sejumlah kalender yang di gelar dalam Festival Morotai 2019 kata Sekda adalah sejak bulan Juni yakni pawai obor atau lomba Ela Ela di malam takbir idul Fitri, bulan Juli pembukaan tinju amatir di museum trikora, bulan Agustus pameran pembangunan di eks lokasi sail, lomba fishing, lokasi pembukaan pelabuhan imam lastori daruba, lomba perahu hias di pelabuhan Taman kota daruba, Tarian Kolosal, Atraksi Musik Bambu Tada di eks lokasi sail, lomba berbaris Kreasi, lomba melukis dan mewarnai untuk PAUD dan TK.

Ketua Penyelenggara Festival Morotai Land Of Stories, Muhammad M Kharie.

Bulan September pertandingan sepak bola bupati cup, lomba Gita Bahari, lomba bakti pesisir lokasi pantai army dock, lomba renang, lomba Morotai Idol dan lomba pemilihan jojaru ngongare.

Dan, pada ahir bulan Desember 2019 penutupan Festival Morotai 2019 dirangkai dengan penyambutan tahun baru dan digelar pesta rakyat yang akan di meriahkan artis artis ibu kota.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Ike Sebut SPSI Malut Bakal Kawal Hak-hak Korban...

Ternate -- Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD-SPSI) Maluku Utara (Malut), menyikapi insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Ketua...

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Atraksi Bambu Tada dan Aksi Wali Band Sukses Sempurnakan Puncak Festival Morotai

i-malut.com, Morotai — Puncak acara Festival Morotai 2019 berlangsung meriah. Kemeriahan itu datang dari tiga acara yang digelar di Panggung Festival Morotai, tanggal 7-8 Agustus 2019 malam. Pertama dan kedua atraksi penari kolosal dan kolaborasi musikal porimoi Morotai yakni bambu tada karya koreografer kelas dunia Eko “Pece” Supriyanto. Dan yang ketiga penampilan penyanyi pop Ambon Maluku, Mitha Talahatu serta penampilan apik, atraktif group band papan atas yang sangat diminati masyarakat Morotai, yaitu Wali Band.

Perlu diketahui, Eko Supriyanto atau lebih dikenal dengan panggilan Eko Pece adalah koreografer yang terlibat dibalik suksesnya opening ceremony Asian Games 2018 lalu, penari latarnya Madonna, dan belum lama ini sukses menyutdarai Festival Teluk Jailolo (FTJ). Kini Eko sutradarai Festival Morotai 2019, sehingga atraksi para penari yang diasuhnya tampil lebih dahulu dengan tarian kolosal mengangkat tema Kolosal “Land Of Stories” Tarian Musikal Porimoi Morotai bambu tada, yang menceritakan ragam budaya dan sejarah perang dunia ke-II 74 tahun silam di pulau Morotai.

Koreografer kelas dunia Eko Supriyanto sukses menyutdarai Festival Morotai 2019.

Atraksi ini mengajak masyarakat Morotai agar bangga terlahir di pulau gerbang Pasifik ini. Dimana Morotai kaya akan ragam budaya, Karena bermukimnya banyak suku. Selain itu, Morotai kaya akan sejarah masa lalu, yakni perang dunia ke-2, dimana tentara Amerika dan Sekutunya menjadikan Morotai sebagai basis utama pangkalan udara dalam pertempuran melawan dan menaklukkan tentara Jepang kala itu. Kekayaan ini harus dijaga bersama dan masyarakatnya selalu hidup rukun dan bergandengan tangan. Alur cerita attraksi kolosal musikal porimoi morotai bambu tada ini memukau Menteri Pariwisata, Arif Yahya, ratusan tamu undangan dan ribuan mata penonton, baik masyarakat morotai serta wisatawan.

Tarian Kolosal dan Musikal Porimoi Morotai Bambu Tada yang menceritakan tentang ragam budaya dan sejarah perang dunia ke-II. (Foto: Sherly Tjoanda)

Setelah itu, malamnya keseruan dilanjutkan dengan hiburan rakyat, menampilkan artis asal Ambon Maluku, Mitha Talahatu. Penyanyi bertubuh mungil dan cantik ini berhasil menghibur dan membuat ribuan penonton bersukaria.

Puncak keseruan pesta rakyat tersebut berlanjut pada Kamis 8 Agustus malam. tampilnya Wali, Group Band papan atas yang sukses menghipnotis ribuan penonton berjingkrak jingkrak dan histeris. Keseruan ini pernah terjadi beberapa tahun silam dilapangan bola MTQ morotai. kini Wally Band yang lagu lagunya paling diminati masyarakat morotai mulai dari kalangan anak anak hingga orang tua membuat heboh kembali dengan lagu lagu hitsnya. Karena, tidak asing lagi di hati penggemarnya untuk dinyanyikan bersama.

Aksi Wali Band, kemeriahan Festival Morotai jadi sempurna

Festival Morotai akan ditetapkan sebagai event tahunan oleh Kementrian Pariwisata, karena merupakan bentuk promosi potensi pariwisata Kabupaten Pulau Morotai yang efektif, terutama potensi wisata budaya, bahari dan sejarah.

“Festival Morotai merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan citra Pulau Morotai khususnya dan Maluku Utara serta Indonesia umumnya di mata dunia. Sehingga Event ini akan menjadikan Morotai sebagai daerah yang aman dan layak untuk dikunjungi dan dijadikan destinasi wisata dunia, sehingga perlu ditetapkan sebagai even tahunan, karena kaya akan budaya, sejarahnya mendunia dan wisata baharinya terbaik di dunia, sehingga tahun 2020 saya pastikan festival Morotai kembali di gelar,” terang Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arif Yahya, saat diwawancara awak media usai menyaksikan tarian kolosal musikal porimoi morotai bambu tada yang sukses memecahkan rekor dunia, dengan menampilkan 500 penari kolosal dan 2.124 pemain musik tradisional bambu tada, dengan total peserta 2.624

Menteri pariwisata (Menpar) RI, Arif Yahya, rayakan kesuksesan even nasional Festival Morotai 2019 bersama jurnalis.

Sementara Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, mengatakan, Festival Morotai 2019 yang menampilkan atraksi tarian kolosal dan musik tradisional bambu tada yang diikuti oleh 2.624 peserta menjadi kebanggaan pemda dan rakyat morotai. Karena telah mengukir sejarah tercatat dalam MURI yang baru saja dinobatkan sebagai pemain musik terbanyak pertama di indonesia bahkan di Dunia

Bupati Pulau Morotai Benny Laos, diwawancara awak media.

Suksesnya penyelenggaraan Festival Morotai 2019 dengan brand “Land Of Stories” disampaikan Ketua penyelenggara, Muhammad M Kharie, tidak terlepas dari kerja keras panitia yang melibatkan seluruh SKPD, dukungan dari TNI-Polri dan instansi swasta serta pihak terkait lainnya. Selain itu lebih membanggakan sentuhan seorang koreografer kelas dunia Eko Supriyanto dan kawan kawan serta IO sehingga Morotai kembali memecahkan rekor MURI bahkan rekor pertama di dunia.

Sejumlah kalender yang di gelar dalam Festival Morotai 2019 kata Sekda adalah sejak bulan Juni yakni pawai obor atau lomba Ela Ela di malam takbir idul Fitri, bulan Juli pembukaan tinju amatir di museum trikora, bulan Agustus pameran pembangunan di eks lokasi sail, lomba fishing, lokasi pembukaan pelabuhan imam lastori daruba, lomba perahu hias di pelabuhan Taman kota daruba, Tarian Kolosal, Atraksi Musik Bambu Tada di eks lokasi sail, lomba berbaris Kreasi, lomba melukis dan mewarnai untuk PAUD dan TK.

Ketua Penyelenggara Festival Morotai Land Of Stories, Muhammad M Kharie.

Bulan September pertandingan sepak bola bupati cup, lomba Gita Bahari, lomba bakti pesisir lokasi pantai army dock, lomba renang, lomba Morotai Idol dan lomba pemilihan jojaru ngongare.

Dan, pada ahir bulan Desember 2019 penutupan Festival Morotai 2019 dirangkai dengan penyambutan tahun baru dan digelar pesta rakyat yang akan di meriahkan artis artis ibu kota.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER