Samud; Pemdes Popilo Utara Tak Serius, Galian Pasir Berpotensi Ditutup

i-malut.com, Tobelo – Jika tidak ada perhatian serius oleh Pemdes Desa Popilo Utara Kecamatan Tobelo Utara, dipastikan aktivitas galian pasir di sekitar lokasi sungai Mede, berpotensi akan ditutup.

Hal itu disampaikan langsung oleh Samud Taha, selaku Kepala DLH Pemkab Halut. Dia mengatakan, sudah berulang kali menyampaikan solusi terhadap Pemdes setempat, agar supaya lokasi galian statusnya bisa dilegalkan oleh Pemerintah, maka diharuskan dapat membuat Perdes atau Peraturan Desa secara baku.

“Saya saran sekali lagi Pemdes bersama semua unsur segera buat Perdes agar bisa diilegalkan, karena ini ilegal belum ada izin dari DLH Pemkab Halut,” kata Samud, kepada sejumlah awak media, Selasa (19/11) pagi tadi.

Menurut dia, mengingat setiap komitmen aturan baik Peraturan Mentri (Permen) dan Peraturan Bupati (Perbup) terkait kegiatan usaha potensi lingkungan wajib memiliki Amdal bahkan izin lingkungan lainnya.

“Karena itu, larangan tegas Permen LHK Nomor 5 Tahun 2013 Tentang kegiatan usaha yang mengarah di Amdal dan Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Usaha dan kegiatan Wajib dilengkapi dengan upaya lingkungan hidup dan pemantauan lingkungan hidup,” ungkap secara tegas mantan Kepala Badan Penyuluhan Pertanian Pemkab Halut.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Samud; Pemdes Popilo Utara Tak Serius, Galian Pasir Berpotensi Ditutup

i-malut.com, Tobelo – Jika tidak ada perhatian serius oleh Pemdes Desa Popilo Utara Kecamatan Tobelo Utara, dipastikan aktivitas galian pasir di sekitar lokasi sungai Mede, berpotensi akan ditutup.

Hal itu disampaikan langsung oleh Samud Taha, selaku Kepala DLH Pemkab Halut. Dia mengatakan, sudah berulang kali menyampaikan solusi terhadap Pemdes setempat, agar supaya lokasi galian statusnya bisa dilegalkan oleh Pemerintah, maka diharuskan dapat membuat Perdes atau Peraturan Desa secara baku.

“Saya saran sekali lagi Pemdes bersama semua unsur segera buat Perdes agar bisa diilegalkan, karena ini ilegal belum ada izin dari DLH Pemkab Halut,” kata Samud, kepada sejumlah awak media, Selasa (19/11) pagi tadi.

Menurut dia, mengingat setiap komitmen aturan baik Peraturan Mentri (Permen) dan Peraturan Bupati (Perbup) terkait kegiatan usaha potensi lingkungan wajib memiliki Amdal bahkan izin lingkungan lainnya.

“Karena itu, larangan tegas Permen LHK Nomor 5 Tahun 2013 Tentang kegiatan usaha yang mengarah di Amdal dan Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Usaha dan kegiatan Wajib dilengkapi dengan upaya lingkungan hidup dan pemantauan lingkungan hidup,” ungkap secara tegas mantan Kepala Badan Penyuluhan Pertanian Pemkab Halut.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER