DPMD Malut Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas PLD Tahun 2019

i-malut.com, Ternate – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Maluku Utara, melaksanakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendamping Lokal Desa (PLD) Provinsi Maluku Utara Tahun Anggaran 2019, Senin tadi, 25 November 2019, bertempat di meeting room Gamalama C Halmahera, lantai 2, Grand Dafam Hotel.

Hadir sebagai peserta pada pelatihan tersebut, 276 PLD yang berasal dari 9 kabupaten/kota. Pelatihan PLD itu dilaksanakan selama 5 hari, dimulai pada 25-28 November 2019.

Hal tersebut di sampaikan oleh ketua panitia Pelatihan PLD, Taufik Kurniawan, yang juga sebagai Satker P3MD Provinsi Malut, saat di wawancarai media ini usai kegiatan hari pertama. Taufik menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka eksis strategi program inovasi desa.

Program inovasi desa tersebut, kata dia, didanai oleh bank dunia dan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, olehnya itu, dari hasil ataupun inovatif yang telah dicapai oleh program inovasi desa ini harus dilestarikan.

“Pendamping lokal desa yang kami latih saat ini adalah garda terdepan, mereka itu yang level paling bawah yaitu di desa, sehingga bisa memperkuat perencanaan pembangunan desa yang dianggarkan melalui APBDes,” ujarnya

Suasana berlangsungnya Pelatihan Peningkatan Kapasitas PLD.

Taufik menyebutkan, program inovasi desa itu ada tiga bidang, pertama kewirausahaan, kedua infrastruktur dan ketiga pengembangan ekonomi lokal. Dari hasil-hasil yang sudah dibuat oleh masyarakat atau ada temuan-temuan masyarakat, kemudian dimodifikasi, di inovasi dan di boboti.

“Jadi mereka buat inovasi baru terhadap hasil inovasi yang ada, untuk dimodifikasi sehingga bisa menjadi suatu inovatif, seperti contoh, ada di Kabupaten Morotai untuk pembelian mereka menggunakan bar-code, jadi tidak pakai uang tunai,” katanya.

Taufik berharap, capaian program inovasi desa bisa dilestarikan melalui dukungan dari Pemerintah Daerah dengan menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup).

“Jadi dari segi kelembagaan didalamnya itu ada hasil, baik inovasi desa dengan nama bursa inovasi desa yakni, pertukaran informasi, jadi masing-masing kecamatan atau desa ada pertukaran informasi sehingga bisa direplikasi oleh desa-desa lain yang kategori inovasi,” paparnya.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

DPMD Malut Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas PLD Tahun 2019

i-malut.com, Ternate – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Maluku Utara, melaksanakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendamping Lokal Desa (PLD) Provinsi Maluku Utara Tahun Anggaran 2019, Senin tadi, 25 November 2019, bertempat di meeting room Gamalama C Halmahera, lantai 2, Grand Dafam Hotel.

Hadir sebagai peserta pada pelatihan tersebut, 276 PLD yang berasal dari 9 kabupaten/kota. Pelatihan PLD itu dilaksanakan selama 5 hari, dimulai pada 25-28 November 2019.

Hal tersebut di sampaikan oleh ketua panitia Pelatihan PLD, Taufik Kurniawan, yang juga sebagai Satker P3MD Provinsi Malut, saat di wawancarai media ini usai kegiatan hari pertama. Taufik menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka eksis strategi program inovasi desa.

Program inovasi desa tersebut, kata dia, didanai oleh bank dunia dan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, olehnya itu, dari hasil ataupun inovatif yang telah dicapai oleh program inovasi desa ini harus dilestarikan.

“Pendamping lokal desa yang kami latih saat ini adalah garda terdepan, mereka itu yang level paling bawah yaitu di desa, sehingga bisa memperkuat perencanaan pembangunan desa yang dianggarkan melalui APBDes,” ujarnya

Suasana berlangsungnya Pelatihan Peningkatan Kapasitas PLD.

Taufik menyebutkan, program inovasi desa itu ada tiga bidang, pertama kewirausahaan, kedua infrastruktur dan ketiga pengembangan ekonomi lokal. Dari hasil-hasil yang sudah dibuat oleh masyarakat atau ada temuan-temuan masyarakat, kemudian dimodifikasi, di inovasi dan di boboti.

“Jadi mereka buat inovasi baru terhadap hasil inovasi yang ada, untuk dimodifikasi sehingga bisa menjadi suatu inovatif, seperti contoh, ada di Kabupaten Morotai untuk pembelian mereka menggunakan bar-code, jadi tidak pakai uang tunai,” katanya.

Taufik berharap, capaian program inovasi desa bisa dilestarikan melalui dukungan dari Pemerintah Daerah dengan menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup).

“Jadi dari segi kelembagaan didalamnya itu ada hasil, baik inovasi desa dengan nama bursa inovasi desa yakni, pertukaran informasi, jadi masing-masing kecamatan atau desa ada pertukaran informasi sehingga bisa direplikasi oleh desa-desa lain yang kategori inovasi,” paparnya.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER