Kakanwil Kemenag Malut Resmi Canangkan Program “Marasai”

i-malut.com, Sofifi – Marasai (Madrasah Gemar Bahasa Asing) resmi dicanangkan oleh Kakanwil Kemenag Maluku Utara H Sarbin Sehe,MPdI disela pembacaan sambutan mendiknas pada upacara Hari Guru Nasional yang di gelar dihalaman Kantor Wilayah Kemenag Maluku Utra di sofifi, Senin tadi, 25 November 2019.

Dalam sambutan pencanangan Program Marasai tersebut, pak Bin sapaan akrab Sarbin Sehe mengingatkan pentingnya belajar dan menguasai bahasa asing dikalangan peserta didik.

“Perkembangan zaman semakin pesat, perubahan demi perubahan terjadi pada hampir semua sektor kehidupan, dunia pendidikan juga ikut merasakan dampak dari perubahan yang terjadi, mau tidak mau kita harus meresponnya, jika tidak maka kita akan digilas oleh perubahan yang terjadi,” imbuhnya.

Menurutnya, salah satu bentuk respon yang harus dilakukan adalah dengan menumbuhkan kebiasaan belajar dan rasa cinta terhadap bahasa asing di seluruh madrasah di Maluku Utara, karena bahasa asing merupakan bahasa internasional yang sangat penting diluasai saat ini dan kedepan.

Kakanwil Kemenag Maluku Utara H Sarbin Sehe,MPdI, saat menyampaikan sambutan.

Adapun bahasa asing yang akan digalakkan dan dijadikan sebagai bahasa percakapan harian, lanjut Pak Bin, adalah bahasa inggris dan bahasa arab di tambah dengan bahasa daerah masing2 daerah dimana madrasah itu berada.

Tiga bahsa ini, kata Pak Bin, akan menjadi tradisi percakapan peserta didik di madrasah pada hari-hari yang ditentukan, dan mulai januari 2020 seluruh madrasah agar siap melaksanakannya.

“Saya mengakui bahwa diawal pelaksanaan program ini mungkin akan menghadapi banyak kendala akan tetapi saya berharap semangat belajar bahasa asing tidak boleh surut, secara perlahan kita budayakan dan saya yakin dengan kebiasaan itu suatu saat peserta didik madrasah akan memiliki skil bahasa asing yang memadai.” harapnya

Dikatakan pula, ini era digital sekaligus era persaingan skill dan knowledge, karena itu semua madrasah di Maluku Utara agar secara serius merespon program Marasai ini dengan penuh tanggung jawab, agar anak-anak didik madrasah kedepan bisa survive di era yang semakin kompetitif ini.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Kakanwil Kemenag Malut Resmi Canangkan Program “Marasai”

i-malut.com, Sofifi – Marasai (Madrasah Gemar Bahasa Asing) resmi dicanangkan oleh Kakanwil Kemenag Maluku Utara H Sarbin Sehe,MPdI disela pembacaan sambutan mendiknas pada upacara Hari Guru Nasional yang di gelar dihalaman Kantor Wilayah Kemenag Maluku Utra di sofifi, Senin tadi, 25 November 2019.

Dalam sambutan pencanangan Program Marasai tersebut, pak Bin sapaan akrab Sarbin Sehe mengingatkan pentingnya belajar dan menguasai bahasa asing dikalangan peserta didik.

“Perkembangan zaman semakin pesat, perubahan demi perubahan terjadi pada hampir semua sektor kehidupan, dunia pendidikan juga ikut merasakan dampak dari perubahan yang terjadi, mau tidak mau kita harus meresponnya, jika tidak maka kita akan digilas oleh perubahan yang terjadi,” imbuhnya.

Menurutnya, salah satu bentuk respon yang harus dilakukan adalah dengan menumbuhkan kebiasaan belajar dan rasa cinta terhadap bahasa asing di seluruh madrasah di Maluku Utara, karena bahasa asing merupakan bahasa internasional yang sangat penting diluasai saat ini dan kedepan.

Kakanwil Kemenag Maluku Utara H Sarbin Sehe,MPdI, saat menyampaikan sambutan.

Adapun bahasa asing yang akan digalakkan dan dijadikan sebagai bahasa percakapan harian, lanjut Pak Bin, adalah bahasa inggris dan bahasa arab di tambah dengan bahasa daerah masing2 daerah dimana madrasah itu berada.

Tiga bahsa ini, kata Pak Bin, akan menjadi tradisi percakapan peserta didik di madrasah pada hari-hari yang ditentukan, dan mulai januari 2020 seluruh madrasah agar siap melaksanakannya.

“Saya mengakui bahwa diawal pelaksanaan program ini mungkin akan menghadapi banyak kendala akan tetapi saya berharap semangat belajar bahasa asing tidak boleh surut, secara perlahan kita budayakan dan saya yakin dengan kebiasaan itu suatu saat peserta didik madrasah akan memiliki skil bahasa asing yang memadai.” harapnya

Dikatakan pula, ini era digital sekaligus era persaingan skill dan knowledge, karena itu semua madrasah di Maluku Utara agar secara serius merespon program Marasai ini dengan penuh tanggung jawab, agar anak-anak didik madrasah kedepan bisa survive di era yang semakin kompetitif ini.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER