Ditjen SDA Kementrian PUPR Resmi Bendung Modular Tiley Morotai

i-malut.com, Morotai – Dibawah teriknya panas matahari ternyata tidak mengurangi semangat anak anak-anak Pesantren Nurrusabah Usbar untuk menyuguhkan Tarian adat cakalele dan Tide-Tide sebagai etalase dari acara pengresmian Bendung Mobular Tiley, Desa Ngele-Ngele, Kecamatan Morotai Barat saat menyambut kedatangan Direktur Jendral (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Gubernur Maluku Utara, Bupati Pulau Morotai, Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku Utara dan rombongan.

Acara seremoni tersebut berlangsung di Lokasi Bendung Modular Tiley. Desa Ngele-Ngele Kecil (Usbar Dalam). Selasa sore, 25 Nopember 2019.

Dalam Laporan Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku Utara menyampaikan, bendung modular ini dibangun pada tahun 2018, atas kerja sama Ditjen SDA dan Kementerian PUPR dengar nilai Rp. 23, 9 Milyar bersumber dari APBN dan untuk mengairi daerah irigasi seluas sekitar 300 hektar lebih di Usbar dan Tiley.

Selain itu, dilakukan pekerjaan lanjutan pembangunan Saluran dengan menggunakan Dana APBN murni sebesar 13,4 milyar untuk saluran 1,440 M. Dengan adanya Pembangunan Bendung dan Jaringan Irigasi ini kami berharap dapat berkontribusi menunjang Perekonomian di Pulau Morotai sebagai Daerah Ekonomi Khusus.

“Saluran irigasi pada bendung modular kuat dan cukup kedap untuk meminimalisir kehilangan air akibat terjadinya longsor dinding saluran,” ujarnya

Selain itu, strukturnya dapat beradaptasi dengan perubahan dasar sungai (fleksibel). Sehingga, kerusakan yang terjadi pada bangunan bendung atau bangunan pengendali dasar sungai dapat diganti sesuai dengan bagian-bagian yang mengalami depresiasi (modular), strukturnya terbagi-bagi menjadi beberapa segmen.

Bendung Modular Tiley di Desa Ngele-Ngele Kecil (Usbar Dalam) di Kabupaten Pulau Morotai.

Sementara, Direktur Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng., menjelaskan Teknologi bendung modular  digunakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menaikkan tinggi muka air Sungai Gugirina dan Gugubali sehingga bisa dimanfaatkan mengairi saluran irigasi di Desa Ngele-Ngele (Usbar Dalam) dan Tiley. Teknologi ini dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (Pusair) Ditjen SDA Kementrian PUPR.

“Jadi bendung berbeda dengan bendungan. Kalau bendung berfungsi menaikkan ketinggian air sungai, kalau bendungan untuk menampung air, itu perbedaannya,” terangnya

Lanjutnya, teknologi bendung modular ini dapat digunakan pada saluran irigasi premier, sekunder dan tersier. Dengan keunggulan dari segi mutu konstruksi dan biaya sehingga direkomendasikan untuk diterapkan pada sungai upper middle reach dengan tipe material sedimen yang dominan berupa pasir halus sampai kerikil.

“Bendung modular ini terbuat dari susunan blok-blok beton tipe pusair yang saling mengikat dan mengunci sehingga membentuk struktur ambang dan pelimpah bendung yang kokoh.” Pungkasnya

Setelah itu, dilakukan Penandatangan Prasasti dan Pengguntingan Pita Bendung Modular Tiley oleh Ditjen Dr.Ir Hary Suprayogi, di Dampingi Gubernur Maluku Utara, Gani Kasuba dan Bupati Pulau Morotai Benny Laos, sekaligus dirangkai dengan Penanaman Pohon di Area Pinggiran Bendung.

Pengguntingan Pita oleh Gubernur Maluku Utara.

Penanaman pohon di sekitar Bendung Modular Tiley.

Hadir dalam acara Peresmian, Dirjen Sumbar Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hari Suprayogi bersama rombongan Kementerian PU RI, Gubernur Maluku Utara K.H Abdul Gani Kasuba, Bupati Pulau Morotai Benny Laos, Kepala Balai Wilaya Sungai Provinsi Maluku Utara, Forkompinda Pulau Morotai, Kepala Kementerian Agama Pulau Morotai H.Hasyim Hi.Hamzah, Pimpinan SKPD serta Masyarakat Desa Tiley dan Usbar Dalam.

Perlu di ketahui, Pembangunan Bendung Modular Tiley, dikerjakan oleh PT Mitra Gapi’ KSO. Nomor kontrak : KU.08.08)IR/PJPA-MU/05/2018, tanggal kontrak 15 Januari 2018. Nilai kontrak Rp. 3.902.258.000, dengan jadwal pelaksana 210 hari kalender, sumberdana APBN, Konsultan Supervisi CV Della Concieta.

Data teknis, lebar bendung 26 M, Beff 24,9 M, Elevasi muka air pada akhir suplesi 23,45 M, panjang jaringan irigasi 1.440 M, kehilangan energi akibat bangunan bilas 0.2 M, kehilangan energi pada intake 0.15 M, keamanan 0.1 M, Elevasi mercu 25.750 M, saluran pengambilan 1.0 M, saluran pembilas 1.62 M, Pilar 0.90 M, luas layanan 350 Ha, Luas potensi 1000 Ha dan Debit 0.43 m3/detik.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Ditjen SDA Kementrian PUPR Resmi Bendung Modular Tiley Morotai

i-malut.com, Morotai – Dibawah teriknya panas matahari ternyata tidak mengurangi semangat anak anak-anak Pesantren Nurrusabah Usbar untuk menyuguhkan Tarian adat cakalele dan Tide-Tide sebagai etalase dari acara pengresmian Bendung Mobular Tiley, Desa Ngele-Ngele, Kecamatan Morotai Barat saat menyambut kedatangan Direktur Jendral (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Gubernur Maluku Utara, Bupati Pulau Morotai, Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku Utara dan rombongan.

Acara seremoni tersebut berlangsung di Lokasi Bendung Modular Tiley. Desa Ngele-Ngele Kecil (Usbar Dalam). Selasa sore, 25 Nopember 2019.

Dalam Laporan Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku Utara menyampaikan, bendung modular ini dibangun pada tahun 2018, atas kerja sama Ditjen SDA dan Kementerian PUPR dengar nilai Rp. 23, 9 Milyar bersumber dari APBN dan untuk mengairi daerah irigasi seluas sekitar 300 hektar lebih di Usbar dan Tiley.

Selain itu, dilakukan pekerjaan lanjutan pembangunan Saluran dengan menggunakan Dana APBN murni sebesar 13,4 milyar untuk saluran 1,440 M. Dengan adanya Pembangunan Bendung dan Jaringan Irigasi ini kami berharap dapat berkontribusi menunjang Perekonomian di Pulau Morotai sebagai Daerah Ekonomi Khusus.

“Saluran irigasi pada bendung modular kuat dan cukup kedap untuk meminimalisir kehilangan air akibat terjadinya longsor dinding saluran,” ujarnya

Selain itu, strukturnya dapat beradaptasi dengan perubahan dasar sungai (fleksibel). Sehingga, kerusakan yang terjadi pada bangunan bendung atau bangunan pengendali dasar sungai dapat diganti sesuai dengan bagian-bagian yang mengalami depresiasi (modular), strukturnya terbagi-bagi menjadi beberapa segmen.

Bendung Modular Tiley di Desa Ngele-Ngele Kecil (Usbar Dalam) di Kabupaten Pulau Morotai.

Sementara, Direktur Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng., menjelaskan Teknologi bendung modular  digunakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menaikkan tinggi muka air Sungai Gugirina dan Gugubali sehingga bisa dimanfaatkan mengairi saluran irigasi di Desa Ngele-Ngele (Usbar Dalam) dan Tiley. Teknologi ini dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (Pusair) Ditjen SDA Kementrian PUPR.

“Jadi bendung berbeda dengan bendungan. Kalau bendung berfungsi menaikkan ketinggian air sungai, kalau bendungan untuk menampung air, itu perbedaannya,” terangnya

Lanjutnya, teknologi bendung modular ini dapat digunakan pada saluran irigasi premier, sekunder dan tersier. Dengan keunggulan dari segi mutu konstruksi dan biaya sehingga direkomendasikan untuk diterapkan pada sungai upper middle reach dengan tipe material sedimen yang dominan berupa pasir halus sampai kerikil.

“Bendung modular ini terbuat dari susunan blok-blok beton tipe pusair yang saling mengikat dan mengunci sehingga membentuk struktur ambang dan pelimpah bendung yang kokoh.” Pungkasnya

Setelah itu, dilakukan Penandatangan Prasasti dan Pengguntingan Pita Bendung Modular Tiley oleh Ditjen Dr.Ir Hary Suprayogi, di Dampingi Gubernur Maluku Utara, Gani Kasuba dan Bupati Pulau Morotai Benny Laos, sekaligus dirangkai dengan Penanaman Pohon di Area Pinggiran Bendung.

Pengguntingan Pita oleh Gubernur Maluku Utara.

Penanaman pohon di sekitar Bendung Modular Tiley.

Hadir dalam acara Peresmian, Dirjen Sumbar Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hari Suprayogi bersama rombongan Kementerian PU RI, Gubernur Maluku Utara K.H Abdul Gani Kasuba, Bupati Pulau Morotai Benny Laos, Kepala Balai Wilaya Sungai Provinsi Maluku Utara, Forkompinda Pulau Morotai, Kepala Kementerian Agama Pulau Morotai H.Hasyim Hi.Hamzah, Pimpinan SKPD serta Masyarakat Desa Tiley dan Usbar Dalam.

Perlu di ketahui, Pembangunan Bendung Modular Tiley, dikerjakan oleh PT Mitra Gapi’ KSO. Nomor kontrak : KU.08.08)IR/PJPA-MU/05/2018, tanggal kontrak 15 Januari 2018. Nilai kontrak Rp. 3.902.258.000, dengan jadwal pelaksana 210 hari kalender, sumberdana APBN, Konsultan Supervisi CV Della Concieta.

Data teknis, lebar bendung 26 M, Beff 24,9 M, Elevasi muka air pada akhir suplesi 23,45 M, panjang jaringan irigasi 1.440 M, kehilangan energi akibat bangunan bilas 0.2 M, kehilangan energi pada intake 0.15 M, keamanan 0.1 M, Elevasi mercu 25.750 M, saluran pengambilan 1.0 M, saluran pembilas 1.62 M, Pilar 0.90 M, luas layanan 350 Ha, Luas potensi 1000 Ha dan Debit 0.43 m3/detik.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER