Menuju Swasembada Beras, Morotai Butuh Bendungan

i-malut.com, Morotai – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menargetkan swasembada pangan (beras) pada tahun 2022. Namun, kebutuhan itu masih terkendala tersedianya infrastruktur, sebutlah Bendungan untuk menampung air dan mengairi sawah ribuan hektar di Kabupaten Pulau Morotai.

Olehnya itu, Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, pada Selasa sore, 26 Nopember 2019, dalam acara pengresmian Bendung Modular Tiley oleh Ditjen SDA Kementerian PUPR RI berkesempatan menyampaikan kebutuhan tersebut.

Dihadapan Ditjen SDA, Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng, Ia menyampaikan beberapa waktu lalu dalam Postingan Instagram Presiden RI bahwa Bendung Modular yang bagus ada di Kabupaten Pulau Morotai, hal ini menjadi suatu kebanggaan suatu kebanggaan bagi masyarakat Pulau Morotai.

Bupati Kabupaten Pulau Morotai Benny Laos saat menyampaikan sambutan.

Bupati berharap, ini bukan hanya merupakan sekedar menjadi contoh, melainkan dilakukan secara fungsional merata.

“Karena sejak saya selesai di lantik menjadi Bupati, pertemuan saya dengan Kabalitbang PUPR dan menceritakan konsep Pembangunan Pulau Morotai dari pertemuan itu tercipta 5 Pembangunan yaitu Bendung Tiley, Water Front City, Talut, Perumahan dan Air Bersih.” ungkapnya

Lanjut Bupati, pada Tahun 2018 dan 2019 alhamdulilah semua Pembangunan itu diwujudkan dan pada dua bulan yang lalu telah di resmikan Water Front City (WFC). 5 Pembangunan ini semua memakai Teknologi Litbang PUPR.

“Sehingga Morotai kemarin menjadi Peringkat 2 Inovasi Infrastruktur oleh Litbang PUPR dan diberikan bonus 20 milyar untuk program rumah khusus yang saat ini sementara di bangun,” ungkapnya

Namun, kata dia, sesuai dengan amanat Presiden RI bahwa Morotai harus swasembada pangan dan prinsipnya sebagai Pemerintah Daerah berkomitmen menjadikan Pulau Morotai Swasembada Pangan.

“Hal ini menjadi program prioritas kami sebagaimana RPJN, RPJD Provinsi dan RPJD Kabupaten Pulau Morotai yaitu Pertanian, Perikanan dan Pariwisata,” ucapnya

Ia juga menyebutkan, sastanable pangan menjadi prioritas Pemkab Morotai, karena sebagai daerah kepulauan apabila terjadi cuaca buruk kapal tidak masuk, gunung meletus pesawat terbang tidak masuk.

Perlu diketahui luas lahan potensial untuk Desa tiley dan Usbar seluas 1.297 hektar, lahan bakunya 340 hektar dan sudah di tanam 168 hektar. Untuk desa Cocomare lahan potensialnya 294 hektar, lahan bakunya 127 hektar, yang telah ditanam 88 hektar.

Sementara Desa Aha, lahan potensial untuk di kembangkan sebesar 1511 hektar, lahan bakunya 665 hektar dan yang sudah di tanam 406 hektar.

“Semua wilayah potensial untuk dikembangkan itu butuh air. Untuk itu bendungan menjadi solutif untuk ketersedian air dalam melayani sasah-sawah petani untuk menanam padi menuju Morotai swasembada pangan,” terangnya

Bupati Benny juga menyampaikan, bahwa Petani disini rajin-rajin, terutama di Desa Aha dan Desa Cucumare, oleh sebab itu pihaknya memohon kepada Pak Dirjen agar dapat membantu untuk mempercepat jaringan air baik di Desa Aha, Desa Cucumare dan Desa Tiley ini.

“Pada kesempatan ini, saya mohon kepada pak Dirjen dan semua jajarannya untuk membantu kami dalam menujuh Swasembada Pangan sehingga inflasi di Kabupaten Pulau Morotai bisa terkendali dari sisi Swasembada Pangan dan incam perkapita dari sisi petani bisa kita naikkan untuk itu yang kurang dari kami yakni Infrastrukturnya.” Pungkasnya

Rombongan Ditjen SDA, Gubernur Malut dan Bupati Morotai serta rombongan saat tiba di lokasi Bendung Modular.

Sementara Ditjen SDA Kementerian PUPR Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng., mengutarakan, untuk Permintaan Bupati Pulau Morotai, setelah balik ke Jakarta, dirinya akan tindak lanjuti dengan menyampaikan ke Menteri PUPR, Isyah Allah semunya akan dapat tercapai.

“Apa yang Bupati Morotai minta sudah di catat seluruhnya oleh staf saya dan akan ditindak lanjuti. Karena kami telah lihat langsung kondisinya,” paparnya

Sementara Gubernur Maluku Utara, Gani Kasuba, mengatakan, Bendung yang diresmikan ini merupakan peran Bupati Morotai, sehingga Kementrian PUPR melalui Dirjen Sumber Daya Air memberikan atensi membangun.

“Kepada Masyarakat saya berharap rawatlah Bendung ini, karena ini merupakan hasil jerih payah pemerintah Daerah dalam bidang Pertanian sehingga irigasi dapat mengalir ke sawah-sawah masyarakat.” tandasnya

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Ike Sebut SPSI Malut Bakal Kawal Hak-hak Korban...

Ternate -- Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD-SPSI) Maluku Utara (Malut), menyikapi insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Ketua...

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Menuju Swasembada Beras, Morotai Butuh Bendungan

i-malut.com, Morotai – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menargetkan swasembada pangan (beras) pada tahun 2022. Namun, kebutuhan itu masih terkendala tersedianya infrastruktur, sebutlah Bendungan untuk menampung air dan mengairi sawah ribuan hektar di Kabupaten Pulau Morotai.

Olehnya itu, Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, pada Selasa sore, 26 Nopember 2019, dalam acara pengresmian Bendung Modular Tiley oleh Ditjen SDA Kementerian PUPR RI berkesempatan menyampaikan kebutuhan tersebut.

Dihadapan Ditjen SDA, Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng, Ia menyampaikan beberapa waktu lalu dalam Postingan Instagram Presiden RI bahwa Bendung Modular yang bagus ada di Kabupaten Pulau Morotai, hal ini menjadi suatu kebanggaan suatu kebanggaan bagi masyarakat Pulau Morotai.

Bupati Kabupaten Pulau Morotai Benny Laos saat menyampaikan sambutan.

Bupati berharap, ini bukan hanya merupakan sekedar menjadi contoh, melainkan dilakukan secara fungsional merata.

“Karena sejak saya selesai di lantik menjadi Bupati, pertemuan saya dengan Kabalitbang PUPR dan menceritakan konsep Pembangunan Pulau Morotai dari pertemuan itu tercipta 5 Pembangunan yaitu Bendung Tiley, Water Front City, Talut, Perumahan dan Air Bersih.” ungkapnya

Lanjut Bupati, pada Tahun 2018 dan 2019 alhamdulilah semua Pembangunan itu diwujudkan dan pada dua bulan yang lalu telah di resmikan Water Front City (WFC). 5 Pembangunan ini semua memakai Teknologi Litbang PUPR.

“Sehingga Morotai kemarin menjadi Peringkat 2 Inovasi Infrastruktur oleh Litbang PUPR dan diberikan bonus 20 milyar untuk program rumah khusus yang saat ini sementara di bangun,” ungkapnya

Namun, kata dia, sesuai dengan amanat Presiden RI bahwa Morotai harus swasembada pangan dan prinsipnya sebagai Pemerintah Daerah berkomitmen menjadikan Pulau Morotai Swasembada Pangan.

“Hal ini menjadi program prioritas kami sebagaimana RPJN, RPJD Provinsi dan RPJD Kabupaten Pulau Morotai yaitu Pertanian, Perikanan dan Pariwisata,” ucapnya

Ia juga menyebutkan, sastanable pangan menjadi prioritas Pemkab Morotai, karena sebagai daerah kepulauan apabila terjadi cuaca buruk kapal tidak masuk, gunung meletus pesawat terbang tidak masuk.

Perlu diketahui luas lahan potensial untuk Desa tiley dan Usbar seluas 1.297 hektar, lahan bakunya 340 hektar dan sudah di tanam 168 hektar. Untuk desa Cocomare lahan potensialnya 294 hektar, lahan bakunya 127 hektar, yang telah ditanam 88 hektar.

Sementara Desa Aha, lahan potensial untuk di kembangkan sebesar 1511 hektar, lahan bakunya 665 hektar dan yang sudah di tanam 406 hektar.

“Semua wilayah potensial untuk dikembangkan itu butuh air. Untuk itu bendungan menjadi solutif untuk ketersedian air dalam melayani sasah-sawah petani untuk menanam padi menuju Morotai swasembada pangan,” terangnya

Bupati Benny juga menyampaikan, bahwa Petani disini rajin-rajin, terutama di Desa Aha dan Desa Cucumare, oleh sebab itu pihaknya memohon kepada Pak Dirjen agar dapat membantu untuk mempercepat jaringan air baik di Desa Aha, Desa Cucumare dan Desa Tiley ini.

“Pada kesempatan ini, saya mohon kepada pak Dirjen dan semua jajarannya untuk membantu kami dalam menujuh Swasembada Pangan sehingga inflasi di Kabupaten Pulau Morotai bisa terkendali dari sisi Swasembada Pangan dan incam perkapita dari sisi petani bisa kita naikkan untuk itu yang kurang dari kami yakni Infrastrukturnya.” Pungkasnya

Rombongan Ditjen SDA, Gubernur Malut dan Bupati Morotai serta rombongan saat tiba di lokasi Bendung Modular.

Sementara Ditjen SDA Kementerian PUPR Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng., mengutarakan, untuk Permintaan Bupati Pulau Morotai, setelah balik ke Jakarta, dirinya akan tindak lanjuti dengan menyampaikan ke Menteri PUPR, Isyah Allah semunya akan dapat tercapai.

“Apa yang Bupati Morotai minta sudah di catat seluruhnya oleh staf saya dan akan ditindak lanjuti. Karena kami telah lihat langsung kondisinya,” paparnya

Sementara Gubernur Maluku Utara, Gani Kasuba, mengatakan, Bendung yang diresmikan ini merupakan peran Bupati Morotai, sehingga Kementrian PUPR melalui Dirjen Sumber Daya Air memberikan atensi membangun.

“Kepada Masyarakat saya berharap rawatlah Bendung ini, karena ini merupakan hasil jerih payah pemerintah Daerah dalam bidang Pertanian sehingga irigasi dapat mengalir ke sawah-sawah masyarakat.” tandasnya

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...