Dampak Covid-19, Pelaku UKM di Kota Ternate Resah

Ternate – Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate menemukan sebanyak 300 Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) resah dengan produk-produknya yang minim terpasarkan akibat dari Pandemi Covid-19.

“Berdasarkan data di Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate, telah terdaftar sebanyak 300 Pelaku Usaha. Dari hasil pantauan, dibidang produk tidak terlalu pengaruh, hanya saja presentasinya kecil,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate Hadi Haerudin, saat diwawancarai awak media diruang kerjanya, Selasa (16/06).

Menurutnya, produk-produk mereka masih bisa dipasarkan melalui medsos (online), meskipun tidak selaris seperti sebelum Covid-19.

Untuk dibidang jasa seperti rental dan kuliner, kata Hadi, memang parah, karena yang dibutuhkan adalah aktifitas perputaran manusia, sementara itu tidak terjadi maka sangat berpengaruh terhadap usaha mereka.

“Laranganlah yang berpengaruh akhirnya rumah makan ditutup, apalagi produk-produk wisata sebagian besar guling tikar,” beber Hadi

Lanjut Kadis, pihaknya berharap agar ada upaya yang dilakukan pemerintah, misalnya membantu atau memfasilitasi agar produk-produk pelaku usaha bisa terpasarkan.

“Semacam berbagi rejekilah, misalnya kalau ada kegiatan, pemiliki ketring A dua kali dan ketring B dua kali sehingga semua bisa dapat, itu yang akan kami upayakan untuk cari solusinya,” ucap Hadi.

Pun kata Dia, produk seperti minuman sari pala diupayakan bisa masuk ke hotel-hotel, warung dan lainnya.

“Yang ada itukan hanya teh botol dan lain-lain, sementara sari pala tidak,” kata Hadi, sembari mengatakan bahwa kualitas sari pala tidak kalah hebatnya.

Hadi berjanji akan mencarikan solusi sehingga produk pelaku UKM bisa tumbuh dan berkembang

“Kami akan beri informasi ke pemerintah kota Ternate, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat, bagaimana cara sehingga kita bisa mengembalikan kondisi yang dihadapi oleh pelaku usaha yang ada di kota Ternate,” tutupnya.

Penulis: Husni Musa
Editor: Ifan

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Ike Sebut SPSI Malut Bakal Kawal Hak-hak Korban...

Ternate -- Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD-SPSI) Maluku Utara (Malut), menyikapi insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Ketua...

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Dampak Covid-19, Pelaku UKM di Kota Ternate Resah

Ternate – Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate menemukan sebanyak 300 Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) resah dengan produk-produknya yang minim terpasarkan akibat dari Pandemi Covid-19.

“Berdasarkan data di Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate, telah terdaftar sebanyak 300 Pelaku Usaha. Dari hasil pantauan, dibidang produk tidak terlalu pengaruh, hanya saja presentasinya kecil,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate Hadi Haerudin, saat diwawancarai awak media diruang kerjanya, Selasa (16/06).

Menurutnya, produk-produk mereka masih bisa dipasarkan melalui medsos (online), meskipun tidak selaris seperti sebelum Covid-19.

Untuk dibidang jasa seperti rental dan kuliner, kata Hadi, memang parah, karena yang dibutuhkan adalah aktifitas perputaran manusia, sementara itu tidak terjadi maka sangat berpengaruh terhadap usaha mereka.

“Laranganlah yang berpengaruh akhirnya rumah makan ditutup, apalagi produk-produk wisata sebagian besar guling tikar,” beber Hadi

Lanjut Kadis, pihaknya berharap agar ada upaya yang dilakukan pemerintah, misalnya membantu atau memfasilitasi agar produk-produk pelaku usaha bisa terpasarkan.

“Semacam berbagi rejekilah, misalnya kalau ada kegiatan, pemiliki ketring A dua kali dan ketring B dua kali sehingga semua bisa dapat, itu yang akan kami upayakan untuk cari solusinya,” ucap Hadi.

Pun kata Dia, produk seperti minuman sari pala diupayakan bisa masuk ke hotel-hotel, warung dan lainnya.

“Yang ada itukan hanya teh botol dan lain-lain, sementara sari pala tidak,” kata Hadi, sembari mengatakan bahwa kualitas sari pala tidak kalah hebatnya.

Hadi berjanji akan mencarikan solusi sehingga produk pelaku UKM bisa tumbuh dan berkembang

“Kami akan beri informasi ke pemerintah kota Ternate, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat, bagaimana cara sehingga kita bisa mengembalikan kondisi yang dihadapi oleh pelaku usaha yang ada di kota Ternate,” tutupnya.

Penulis: Husni Musa
Editor: Ifan

--

BERITA LAINNYA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ...

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...