Akibat Covid-19, Sebagian Pelaku UKM Ternate Alih Profesi Jualan Masker

Ternate – Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro (Kabid PUM) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mengeluhkan program UKM yang mandek dimasa Pandemi Covid-19 semakin meningkat.

“Program untuk UMKM tahun 2020 ini tidak maksimal, atau mandek akibat pandemi covid-19, akhirnya dananya semua dialikankan ke Tim Covid-19. Ungkap Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro Nur Fitriyanti Sangadji, saat ditemui di ruangannya, Rabu (01/07)

Padahal, menurut Nur Fitriyanti, pihaknya menargetkan program bantuan untuk UMKM, juga bantuan tenda dan lain-lain untuk masyarakat.

Cici sapaan akrab Fitriyanti ini menyebutkan, bahwa pendapatan pelaku UKM dimasa pandemi menurun drastis, berbeda sebelumnya.

“Pendapatan mereka sebelum Covid-19 berkisar rata-rata 30 Juta per bulan, sementara di masa Covid-19 ini pendapatannya menurun lebih jauh, berkisar 1 Juta,” katanya.

Olehnya itu, lanjut Cici, pelaku UKM diberi solusi untuk menjalankan usahanya secara online, juga harus bersabar jalankan kegiatan usahanya.

“Hal tersebut disebabkan karena pengunjung pun jarang datang, bahkan tidak ada, akibat himbauan pemerintah soal larangan berkumpul maupun keluar rumah,” terangnya.

Cici bilang, produk pelaku UKM khas Ternate daya belinya sangat menurun, bila dibandingkan dengan produk-produk dari luar, yang selalu dibeli masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Meski begitu, kata Cici, untuk produk Abon daya beli masyarakat meningkat.

“Untuk pelaku usaha kuliner sekarang ini mereka beralih buat masker untuk di jual, sebab produk kuliner sudah tidak begitu laku,” tandas Cici.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Ike Sebut SPSI Malut Bakal Kawal Hak-hak Korban...

Ternate -- Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD-SPSI) Maluku Utara (Malut), menyikapi insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Ketua...

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Akibat Covid-19, Sebagian Pelaku UKM Ternate Alih Profesi Jualan Masker

Ternate – Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro (Kabid PUM) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mengeluhkan program UKM yang mandek dimasa Pandemi Covid-19 semakin meningkat.

“Program untuk UMKM tahun 2020 ini tidak maksimal, atau mandek akibat pandemi covid-19, akhirnya dananya semua dialikankan ke Tim Covid-19. Ungkap Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro Nur Fitriyanti Sangadji, saat ditemui di ruangannya, Rabu (01/07)

Padahal, menurut Nur Fitriyanti, pihaknya menargetkan program bantuan untuk UMKM, juga bantuan tenda dan lain-lain untuk masyarakat.

Cici sapaan akrab Fitriyanti ini menyebutkan, bahwa pendapatan pelaku UKM dimasa pandemi menurun drastis, berbeda sebelumnya.

“Pendapatan mereka sebelum Covid-19 berkisar rata-rata 30 Juta per bulan, sementara di masa Covid-19 ini pendapatannya menurun lebih jauh, berkisar 1 Juta,” katanya.

Olehnya itu, lanjut Cici, pelaku UKM diberi solusi untuk menjalankan usahanya secara online, juga harus bersabar jalankan kegiatan usahanya.

“Hal tersebut disebabkan karena pengunjung pun jarang datang, bahkan tidak ada, akibat himbauan pemerintah soal larangan berkumpul maupun keluar rumah,” terangnya.

Cici bilang, produk pelaku UKM khas Ternate daya belinya sangat menurun, bila dibandingkan dengan produk-produk dari luar, yang selalu dibeli masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Meski begitu, kata Cici, untuk produk Abon daya beli masyarakat meningkat.

“Untuk pelaku usaha kuliner sekarang ini mereka beralih buat masker untuk di jual, sebab produk kuliner sudah tidak begitu laku,” tandas Cici.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...