Tahun 2021, Dinas Pertanian Malut Targetkan Maluku Utara Mandiri Pangan

Ternate – Provinsi Maluku Utara pada tahun 2020 ini tercatat mengalami defisit bahan pangan, seperti rica, tomat, sayur-sayuran, telur, dan beras, sehingga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maka harus disuplay dari luar daerah.

Dinas Pertanian Malut sendiri pada 2021 berencana mengurangi suplay bahan pangan dari luar daerah dengan strategi meningkatkan produksi pangan lokal juga menciptakan kemandirian pangan sehingga Provinsi Maluku Utara tidak lagi bergantung dari daerah luar.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, M. Rizal Ismail Sp. M.Si, saat ditemui awak media diruang kerjanya, Selasa (14/07).

Rizal menyebutkan, tercatat kebutuhan beras di Malut per-tahunnya mencapai 109.000 ton, Sementara ketersediaan produksi beras lokal baru mencapai 21.000 ton pertahunnya. Olehnya itu menurut dia, defisitnya begitu besar. Begitu pula telur yang disuplai dari luar daerah di tahun kemarin sebanyak 4.400 ton, pun daging ayam sebanyak 5.800 ton dalam setahun.

“Ini yang menjadi catatan kami, agar tahun depan kami akan meningkatkan produksi ketahanan pangan, dan kemandirian pangan untuk bahan pangan seperti, beras, telur, daging ayam, dan sayur-sayuran,” katanya.

Lanjut dia, menurut catatan Dinas Pertanian, hanya daging sapi yang mengalami surplus, bahkan bisa di eksport keluar daerah dengan hasil yang memuaskan.

Lebih jauh Rizal menjelaskan, pada tahun 2021 nanti pihaknya menargetkan, sesuai dengan rancangan program gerakan menanam oleh Gubernur Malut, yang fokusnya pada penanaman Padi. Pun bahan pangan lokal lainya, seperti ubi-ubian, pisang juga peternakan untuk menghasilkan telur dengan daging ayam.

“Kedepan kami akan kembangkan, karena defisit bahan pangan kita juga tidak terlalu besar,” akunya.

Sementara, untuk menjadikan Maluku Utara sebagai daerah mandiri pangan, Rizal berkesimpulan, kesemuanya harus dibarengi dengan kebijakan anggaran yang cukup khususnya di Dinas Pertanian, sebab menurutnya selama ini kebijakan anggaran untuk Dinas Pertanian masih terlalu kecil alokasinya yakni tidak sampai 1% dari APBD Pemprov Malut.

“Kami punya banyak kegiatan dari dana APBN, itupun hanya bantuan seketika saja,” terangnya.

Rizal juga mengaku sudah membicarakannya dengan DPRD dan BPK agar ada sering dana dari APBD, sehingga dapat menunjang bantuan dari pusat, sehingga pihaknya bisa mengurangi stok pangan dari luar daerah.

“Jika kita mau jadi daerah mandiri pangan, juga pertaniannya maju, kita tidak hanya mengejar produksinya saja, tetapi kesejahteraan petani juga perlu diperbaiki,” pungkasnya

Minimal, kata Rizal, ada komoditi yang dipilih atau menjadi prioritas, seperti sawah, jagung, telur ayam, daging ayam, bawang, cabe, sayur dan campuran lainya, guna meningkatkan kemandirian pangan.

“Kalau kebijakan anggaran sudah tepat, kami butuh dukungan dari stackholder lainya, untuk bisa bersama-sama,” harapnya.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Ike Sebut SPSI Malut Bakal Kawal Hak-hak Korban...

Ternate -- Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD-SPSI) Maluku Utara (Malut), menyikapi insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Ketua...

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Tahun 2021, Dinas Pertanian Malut Targetkan Maluku Utara Mandiri Pangan

Ternate – Provinsi Maluku Utara pada tahun 2020 ini tercatat mengalami defisit bahan pangan, seperti rica, tomat, sayur-sayuran, telur, dan beras, sehingga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maka harus disuplay dari luar daerah.

Dinas Pertanian Malut sendiri pada 2021 berencana mengurangi suplay bahan pangan dari luar daerah dengan strategi meningkatkan produksi pangan lokal juga menciptakan kemandirian pangan sehingga Provinsi Maluku Utara tidak lagi bergantung dari daerah luar.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, M. Rizal Ismail Sp. M.Si, saat ditemui awak media diruang kerjanya, Selasa (14/07).

Rizal menyebutkan, tercatat kebutuhan beras di Malut per-tahunnya mencapai 109.000 ton, Sementara ketersediaan produksi beras lokal baru mencapai 21.000 ton pertahunnya. Olehnya itu menurut dia, defisitnya begitu besar. Begitu pula telur yang disuplai dari luar daerah di tahun kemarin sebanyak 4.400 ton, pun daging ayam sebanyak 5.800 ton dalam setahun.

“Ini yang menjadi catatan kami, agar tahun depan kami akan meningkatkan produksi ketahanan pangan, dan kemandirian pangan untuk bahan pangan seperti, beras, telur, daging ayam, dan sayur-sayuran,” katanya.

Lanjut dia, menurut catatan Dinas Pertanian, hanya daging sapi yang mengalami surplus, bahkan bisa di eksport keluar daerah dengan hasil yang memuaskan.

Lebih jauh Rizal menjelaskan, pada tahun 2021 nanti pihaknya menargetkan, sesuai dengan rancangan program gerakan menanam oleh Gubernur Malut, yang fokusnya pada penanaman Padi. Pun bahan pangan lokal lainya, seperti ubi-ubian, pisang juga peternakan untuk menghasilkan telur dengan daging ayam.

“Kedepan kami akan kembangkan, karena defisit bahan pangan kita juga tidak terlalu besar,” akunya.

Sementara, untuk menjadikan Maluku Utara sebagai daerah mandiri pangan, Rizal berkesimpulan, kesemuanya harus dibarengi dengan kebijakan anggaran yang cukup khususnya di Dinas Pertanian, sebab menurutnya selama ini kebijakan anggaran untuk Dinas Pertanian masih terlalu kecil alokasinya yakni tidak sampai 1% dari APBD Pemprov Malut.

“Kami punya banyak kegiatan dari dana APBN, itupun hanya bantuan seketika saja,” terangnya.

Rizal juga mengaku sudah membicarakannya dengan DPRD dan BPK agar ada sering dana dari APBD, sehingga dapat menunjang bantuan dari pusat, sehingga pihaknya bisa mengurangi stok pangan dari luar daerah.

“Jika kita mau jadi daerah mandiri pangan, juga pertaniannya maju, kita tidak hanya mengejar produksinya saja, tetapi kesejahteraan petani juga perlu diperbaiki,” pungkasnya

Minimal, kata Rizal, ada komoditi yang dipilih atau menjadi prioritas, seperti sawah, jagung, telur ayam, daging ayam, bawang, cabe, sayur dan campuran lainya, guna meningkatkan kemandirian pangan.

“Kalau kebijakan anggaran sudah tepat, kami butuh dukungan dari stackholder lainya, untuk bisa bersama-sama,” harapnya.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...