Merasa di Fitnah, Pejabat Desa ini Polisikan Oknum Anggota BPD

Sanana — Pejabat Desa Wailab-Kec. Mangoli Selatan, Irwan Umanailo akhirnya melaporkan oknum Anggota BPD Desa Wailab ke Polres Kepulauan Sula (Kepsul). Hal ini dilakukan karena dirinya merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya. Kepada media ini PJ. Kades Wailab tersebut membeberkan kronologi kejadian sembari memperlihatkan STTLP No.149/VIII/2020/SPKT, Selasa (22/09).

Kasus ini bermula muncul sebuah berita oleh salah satu media Online Biro Kepsul yang narasinya sangat menyudutkan dirinya. Berita tersebut awalnya menceritakan dugaan Mark-Up PJ. Kades Hasmin Umagap pada Penggunaan DD dan ADD tahun 2018, Serta dugaan Penyelewengan DD dan ADD tahun 2019 yang mana saat itu PJ. Desa Wailab dijabat Asgar Jainahu, namun pada paragraf terakhir dituliskan bahwa dirinya juga melakukan hal yang sama, untuk itu Irwan Umanailo yang baru saja menggantikan PJ. Kades Asgar Jainahu pada Desember 2019 merasa keberatan. Pasalnya dirinya yang baru menjabat pada 14 Desember 2019 dituding telah melakukan perbuatan sama yang disangkakan ke PJ. Desa Wailab sebelumnya.

”Apa yang dikatakan terlapor sangat tidak berdasar, oknum Anggota BPD itu jelas telah mencemarkan nama baik saya serta membunuh reputasi saya”, beber Irwan.

Irwan mengatakan, jika belanja 56 Unit meteran listrik tersebut adalah Program di Tahun 2018 dan Realisasinya di Tahun 2019 oleh PJ. Kades Asgar Jainahu, itu pada pencairan Dana Desa Tahap pertama.

”Pada Desember 2019, awal menjabat saya mengelola Dana Desa sebesar 240.000.000,- dan semua bisa saya pertanggungjawabkan”, ujar Irwan Umanailo seraya dirinya menunjukkan bukti photo program Pembangunan Gudang Desa, MCK, melanjutkan Pembangunan Gorong-gorong yang sempat dibongkar warga serta merehab Kantor Desa.


Lebih lanjut Irwan mengatakan Oknum Anggota BPD bernama Hasri Fataruba yang dilaporkan ke Polres Kepsul pada tanggal 23 Agustus 2020 harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

”Mereka membuat opini yang mencemarkan saya, yang memfitnah dan membunuh karakter saya, dan saya tidak pernah diberikan kesempatan untuk menggunakan hak jawab saya, opini terlanjur berkembang dan saya sekalipun tidak pernah dikonfirmasi”, ujar Irwan yang menyesali Perbuatan Terlapor.

Kepada media ini Irwan juga ingin mengklarifikasi bahwa apa yang dituduhkan Terlapor sangat tidak berdasar, dirinya juga berharap Polres Kepulauan Sula bisa mengambil langkah tegas, sehingga bisa memberikan efek jera bagi yang lain.

”Kita ini mau membangun Desa, Wailab itu salah satu yang tertinggal di Kec. Mangoli Selatan, padahal Desa itu Punya potensi Wisata”, tutup Irwan.

Irwan PJ. Kades Wailab-Kec. Mangoli Selatan juga sempat mengundang pewarta untuk datang ke Desa Wailab dan mempromosikan Destinasi Wisata Air Terjun yang ada di Desa tersebut.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Ike Sebut SPSI Malut Bakal Kawal Hak-hak Korban...

Ternate -- Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD-SPSI) Maluku Utara (Malut), menyikapi insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Ketua...

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Merasa di Fitnah, Pejabat Desa ini Polisikan Oknum Anggota BPD

Sanana — Pejabat Desa Wailab-Kec. Mangoli Selatan, Irwan Umanailo akhirnya melaporkan oknum Anggota BPD Desa Wailab ke Polres Kepulauan Sula (Kepsul). Hal ini dilakukan karena dirinya merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya. Kepada media ini PJ. Kades Wailab tersebut membeberkan kronologi kejadian sembari memperlihatkan STTLP No.149/VIII/2020/SPKT, Selasa (22/09).

Kasus ini bermula muncul sebuah berita oleh salah satu media Online Biro Kepsul yang narasinya sangat menyudutkan dirinya. Berita tersebut awalnya menceritakan dugaan Mark-Up PJ. Kades Hasmin Umagap pada Penggunaan DD dan ADD tahun 2018, Serta dugaan Penyelewengan DD dan ADD tahun 2019 yang mana saat itu PJ. Desa Wailab dijabat Asgar Jainahu, namun pada paragraf terakhir dituliskan bahwa dirinya juga melakukan hal yang sama, untuk itu Irwan Umanailo yang baru saja menggantikan PJ. Kades Asgar Jainahu pada Desember 2019 merasa keberatan. Pasalnya dirinya yang baru menjabat pada 14 Desember 2019 dituding telah melakukan perbuatan sama yang disangkakan ke PJ. Desa Wailab sebelumnya.

”Apa yang dikatakan terlapor sangat tidak berdasar, oknum Anggota BPD itu jelas telah mencemarkan nama baik saya serta membunuh reputasi saya”, beber Irwan.

Irwan mengatakan, jika belanja 56 Unit meteran listrik tersebut adalah Program di Tahun 2018 dan Realisasinya di Tahun 2019 oleh PJ. Kades Asgar Jainahu, itu pada pencairan Dana Desa Tahap pertama.

”Pada Desember 2019, awal menjabat saya mengelola Dana Desa sebesar 240.000.000,- dan semua bisa saya pertanggungjawabkan”, ujar Irwan Umanailo seraya dirinya menunjukkan bukti photo program Pembangunan Gudang Desa, MCK, melanjutkan Pembangunan Gorong-gorong yang sempat dibongkar warga serta merehab Kantor Desa.


Lebih lanjut Irwan mengatakan Oknum Anggota BPD bernama Hasri Fataruba yang dilaporkan ke Polres Kepsul pada tanggal 23 Agustus 2020 harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

”Mereka membuat opini yang mencemarkan saya, yang memfitnah dan membunuh karakter saya, dan saya tidak pernah diberikan kesempatan untuk menggunakan hak jawab saya, opini terlanjur berkembang dan saya sekalipun tidak pernah dikonfirmasi”, ujar Irwan yang menyesali Perbuatan Terlapor.

Kepada media ini Irwan juga ingin mengklarifikasi bahwa apa yang dituduhkan Terlapor sangat tidak berdasar, dirinya juga berharap Polres Kepulauan Sula bisa mengambil langkah tegas, sehingga bisa memberikan efek jera bagi yang lain.

”Kita ini mau membangun Desa, Wailab itu salah satu yang tertinggal di Kec. Mangoli Selatan, padahal Desa itu Punya potensi Wisata”, tutup Irwan.

Irwan PJ. Kades Wailab-Kec. Mangoli Selatan juga sempat mengundang pewarta untuk datang ke Desa Wailab dan mempromosikan Destinasi Wisata Air Terjun yang ada di Desa tersebut.

--

BERITA LAINNYA