Bidan Desa dalam rangka peningkatan kualitas hidup Masyarakat Kepulauan Sula

Pada tahun 2015 Badan Pusat Statistik mencatat penduduk Kabupaten Kepulauan sula mencapai angka   95.285 jiwa, yang terdiri dari jenis kelamin Laki-Laki 48 198,00 jiwa dan Perempuan  47 087,00 jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk mencapai angka 4,24 % / tahunnya. Sementara pada tahun 2013 tercatat angka kelahiran bayi sebanyak 1.224 Orang dengan angka kematian bayi saat dilahirkan sebanyak 21 orang.

Kabupaten kepulauan sula memiliki 12 Kecamatan yang terdiri  78 desa dengan tingkat ketersedian tenaga kebidanan sebanyak 30 orang (BPS : 2013) , dengan tingginya angka kelahiran bayi yang terjadi di Kabupaten Kepulauan jika dibanding dengan tingkat ketersediaan jumlah Bidan yang tersedia maka dapat disimpulkan tinggkat ketersediaan tenaga kebidanan di Kabupaten Kepulauan sula masih dibawah rata-rata.

Tenaga kebidanan merupakan suatu profesi penting dalam dunia kesehatan karena dengan ketersedian tenaga kebidanan yang cukup diharapkan mampu menekan masalah kesehatan seperti, angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan, selain itu jika ditunjang dengan peralatan moderen maka tenaga kebidanan mampu melakukan deteksi dini beberapa penyakit klinis seperti kista, mioma, serta penyakit serviks lain yang dapat menjadi salah satu sumber kematian perempuan di indonesia.

Tingkat ketersedian tenaga kebidanan dikabupaten kepulauan sula saat ini yang tidak sebanding dengan persentasi jumlah penduduk dan angka kelahiran di daerah ini. Untuk menunjang program pemerintah dibidang kesehatan (Permenkes no 8 tahun 2019),  maka setiap desa diharapkan memiliki minimal 1 tenaga kebidanan yang menjadi motor penggerak pelaksanaan kegiatan Pospindu, posyandu, KPM, serta upaya  pencegahan stunting yang saat itu ini menjadi isu utama masalah kesehatan dikabupaten kepulauan sula

Berdasarkan permenkes nomor 75 tahun 2014 tentang tugas pokok tenaga kebidanan, maka bidan desa memiliki beberapa tugas pokok antara lain :

  1. Pelayanan KIA-KB : Dengan ketersediaan Bidan Desa diharapkan mampu melaksanakan kegiatan pelayanan meliputi pelayanan PUS, WUS, pemeriksaa Kesehatan ibu hamil, Ibu Nifas, Kesehatan Bayi dan Balita serta pelayanan KB di Poskesdes.
  2. Pelayanan promotif, preventif dan pemberdayaan masyarakat : Bidan Desa diharapkan mampu melakukan pelayanan yang meliputi upaya untuk kesehatan masyarakat termasuk mendampingi kader kesehatan dalam melakukan tugas-tugas kesehatan di desa seperti pelaksanaan SMD, MMD dan berbagai upaya pemberdayaan lainnya.
  3. Deteksi dini dan pengobatan awal terkait kesehatan ibu dan anak termasuk gizi : Dalam melaksanakan tugas, seorang Bidan Desa harus tanggap terhadap berbagai kejadian penyakit yang ada di desa tempat tugasnya dan melakukan pertolongan awal pada kejadian penyakit termasuk masalah gizi yang ada di desa binaannya.

Tugas pokok bidan desa bagi masyarakat desa sangatlah penting terutama dalam rangka menciptakakan kualitas sumber daya manusia yang unggul serta terbebas dari masalah kesehatan. 

Dari tiga tugas pokok diatas kita dapat melihat betapa pentingnya tugas dan peran Bidan Desa dalam menciptakan kualitas  kehidupan yang baik masyarakat desa di Kabupaten Kepulauan Sula, mendeteksi serta mempersiapkan Kualitas Sumber daya manusia mulai dari tahapan yang paling dasar semenjak bayi dalam kandungan hingga melahirkan generasi baru yang berkualitas dari desa yang bertujuan menciptakan generasi yang kuat, mandiri, serta bebas dari masalah kesehatan yang diharapkan mampu berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Kepulauan Sula serta bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam rangka percepatan pembangunan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu hal pokok yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Untuk mendorong kualitas sumberdaya manusia yang baik salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu penyediaan kualitas gizi yang baik bagi ibu dan anak serta pencegahan penyakit reproduksi pada ibu di tingkat desa untuk itu peran serta bidan desa sangat diperlukan.

Melalui pendanaan Desa diharapkan menciptakan ketersediaan Tenaga Kebidanan, peralatan medis, program pelayanan kesehatan ibu dan anak, dalam rangka menciptakan Kualitas Hidup Masyarakat desa secara baik, yang bertujuan untuk terciptanya sumberdaya manusia yang unggul dan sehat untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia di kabupaten kepulauan Sula.

Penulis : Salasa Leib
Mahasiswa Pasca Sarjana Administrasi Publik Universitas Sriwijaya.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Satu Karyawan PT IWIP Meninggal Dunia, SPSI Bakal...

Sofifi -- Satu karyawan yang merupakan korban pada insiden ledakan tungku Smelter A PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, dinyatakan telah menghembuskan napas...

Kadis Tersangka, simak Komentar mereka Eks. Kadisdik Sula

Sanana -- Permasalahan Hukum yang tengah dihadapi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepulauan Sula (Kepsul), Rifai Haitami, mendapat komentar beragam dari ASN Senior yang pernah juga menjabat sebagai Kadisdik Kepsul. Rifai...

Berkas Perkara menuju P21, Pelapor berharap Kadisdik Sula...

Sanana -- Berkas Kasus dugaan Pengancaman lewat media Elektronik yang dilaporkan oleh Saudara La Onyong Ode Ali alias Nyong alias Ongen dengan Terlapor Saudara Rifai Haitami alias Kafu, Oknum...

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Bidan Desa dalam rangka peningkatan kualitas hidup Masyarakat Kepulauan Sula

Pada tahun 2015 Badan Pusat Statistik mencatat penduduk Kabupaten Kepulauan sula mencapai angka   95.285 jiwa, yang terdiri dari jenis kelamin Laki-Laki 48 198,00 jiwa dan Perempuan  47 087,00 jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk mencapai angka 4,24 % / tahunnya. Sementara pada tahun 2013 tercatat angka kelahiran bayi sebanyak 1.224 Orang dengan angka kematian bayi saat dilahirkan sebanyak 21 orang.

Kabupaten kepulauan sula memiliki 12 Kecamatan yang terdiri  78 desa dengan tingkat ketersedian tenaga kebidanan sebanyak 30 orang (BPS : 2013) , dengan tingginya angka kelahiran bayi yang terjadi di Kabupaten Kepulauan jika dibanding dengan tingkat ketersediaan jumlah Bidan yang tersedia maka dapat disimpulkan tinggkat ketersediaan tenaga kebidanan di Kabupaten Kepulauan sula masih dibawah rata-rata.

Tenaga kebidanan merupakan suatu profesi penting dalam dunia kesehatan karena dengan ketersedian tenaga kebidanan yang cukup diharapkan mampu menekan masalah kesehatan seperti, angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan, selain itu jika ditunjang dengan peralatan moderen maka tenaga kebidanan mampu melakukan deteksi dini beberapa penyakit klinis seperti kista, mioma, serta penyakit serviks lain yang dapat menjadi salah satu sumber kematian perempuan di indonesia.

Tingkat ketersedian tenaga kebidanan dikabupaten kepulauan sula saat ini yang tidak sebanding dengan persentasi jumlah penduduk dan angka kelahiran di daerah ini. Untuk menunjang program pemerintah dibidang kesehatan (Permenkes no 8 tahun 2019),  maka setiap desa diharapkan memiliki minimal 1 tenaga kebidanan yang menjadi motor penggerak pelaksanaan kegiatan Pospindu, posyandu, KPM, serta upaya  pencegahan stunting yang saat itu ini menjadi isu utama masalah kesehatan dikabupaten kepulauan sula

Berdasarkan permenkes nomor 75 tahun 2014 tentang tugas pokok tenaga kebidanan, maka bidan desa memiliki beberapa tugas pokok antara lain :

  1. Pelayanan KIA-KB : Dengan ketersediaan Bidan Desa diharapkan mampu melaksanakan kegiatan pelayanan meliputi pelayanan PUS, WUS, pemeriksaa Kesehatan ibu hamil, Ibu Nifas, Kesehatan Bayi dan Balita serta pelayanan KB di Poskesdes.
  2. Pelayanan promotif, preventif dan pemberdayaan masyarakat : Bidan Desa diharapkan mampu melakukan pelayanan yang meliputi upaya untuk kesehatan masyarakat termasuk mendampingi kader kesehatan dalam melakukan tugas-tugas kesehatan di desa seperti pelaksanaan SMD, MMD dan berbagai upaya pemberdayaan lainnya.
  3. Deteksi dini dan pengobatan awal terkait kesehatan ibu dan anak termasuk gizi : Dalam melaksanakan tugas, seorang Bidan Desa harus tanggap terhadap berbagai kejadian penyakit yang ada di desa tempat tugasnya dan melakukan pertolongan awal pada kejadian penyakit termasuk masalah gizi yang ada di desa binaannya.

Tugas pokok bidan desa bagi masyarakat desa sangatlah penting terutama dalam rangka menciptakakan kualitas sumber daya manusia yang unggul serta terbebas dari masalah kesehatan. 

Dari tiga tugas pokok diatas kita dapat melihat betapa pentingnya tugas dan peran Bidan Desa dalam menciptakan kualitas  kehidupan yang baik masyarakat desa di Kabupaten Kepulauan Sula, mendeteksi serta mempersiapkan Kualitas Sumber daya manusia mulai dari tahapan yang paling dasar semenjak bayi dalam kandungan hingga melahirkan generasi baru yang berkualitas dari desa yang bertujuan menciptakan generasi yang kuat, mandiri, serta bebas dari masalah kesehatan yang diharapkan mampu berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Kepulauan Sula serta bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam rangka percepatan pembangunan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu hal pokok yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Untuk mendorong kualitas sumberdaya manusia yang baik salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu penyediaan kualitas gizi yang baik bagi ibu dan anak serta pencegahan penyakit reproduksi pada ibu di tingkat desa untuk itu peran serta bidan desa sangat diperlukan.

Melalui pendanaan Desa diharapkan menciptakan ketersediaan Tenaga Kebidanan, peralatan medis, program pelayanan kesehatan ibu dan anak, dalam rangka menciptakan Kualitas Hidup Masyarakat desa secara baik, yang bertujuan untuk terciptanya sumberdaya manusia yang unggul dan sehat untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia di kabupaten kepulauan Sula.

Penulis : Salasa Leib
Mahasiswa Pasca Sarjana Administrasi Publik Universitas Sriwijaya.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER