Bupati Bakal Beri Sangsi Kepada Pegawai Yang Tolak Vaksinasi Covid-19

Labuha – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, memberikan Warning kepada pegawai (PNS/PTT) yang sampai saat ini belum mau di Vaksin Covid-19, terutama yang telah masuk dalam daftar sasaran Vaksinasi oleh  petugas Dinas Kesehatan. Para pegawai itu akan diberi sangsi jika, dalam waktu Tiga minggu masih juga belum di Vaksin Covid-19.

Pasalnya, sesuai data sasaran Vaksinasi di Dinas Kesehatan Halsel,  masih lebih banyak pegawai belum di Vaksin dari pada yang sudah di Vaksin Covid-19.

Bupati Halsel, Usman Sidik, saat diwawancarai sejumlah wartawan usai Upacara Peringatan HUT Halsel ke XVIII di Kantor Bupati, Rabu (09/06/21), mengatakan bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara (dan PTT) harusnya menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program Vaksinasi Covid-19. Olehnya itu, pegawai harus lebih dulu bersedia di Vaksin Covid-19 sebelum masyarakat lainnya.

“Saya kemarin (Selasa) sudah instruksikan dalam forum rapat SKPD bahwa itu (Vaksinasi) segera dilakukan dan para SKPD harus taat. Kalau dalam waktu Tiga minggu kedepan mereka (pegawai) masih lalai maka dipastikan akan ada  sangsi,” tegas Bupati Usman Sidik, Yang juga Kader PKB ini.

ARTIKEL TERKAIT

BACA JUGA

Meski begitu, Lelaki kelahiran desa Orimakurunga ini, tidak menjelaskan sangsi apa yang bakal diberikan kepada pegawai yang lalai dalam program Vaksinasi Covid-19.

Sebelumnya, Kepala Seksi Imunisasi dan Survailens Dinas Kesehatan Halsel, Husen Alhadar, saat diwawancarai i-malut.com di Hotel Buana Lipu Desa Mandaong Kecamatan Bacan Selatan, Selasa (08/06/21) kemarin, mengaku, Dinas Kesehatan Halsel sudah menggalakkan Vaksinasi untuk Pegawai lingkup Pemda Halsel, akan tetapi dari jumlah 2.359 pegawai diseluruh Dinas/Badan yang menjadi sasaran Vaksinasi, baru 714 yang di Vaksin, sementara sisanya masih 1645 pegawai yang belum di Vaksin.

“Iya di Dinas PM-PTSP belum ada yang di Vaksin. Bukan hanya itu, Bagian perekonomian dan SDA, Inspektorat, Dinas PUPR, Diskoperindag, juga belum ada yang di Vaksin hingga penggalakkan pada senin 7 Juni 2021, kemarin,” ungkapnya

Ia menjelaskan, Vaksinasi Covid-19 menjadi program prioritas 100 hari kerja Bupati Usman Sidik, sehingga pihak Dinkes bakal terus melakukan penggalakkan Vaksinasi terutama untuk pegawai yang menjadi sasaran, hingga seluruhnya bisa di Vaksin. (fi)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Satu Karyawan PT IWIP Meninggal Dunia, SPSI Bakal...

Sofifi -- Satu karyawan yang merupakan korban pada insiden ledakan tungku Smelter A PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, dinyatakan telah menghembuskan napas...

Kadis Tersangka, simak Komentar mereka Eks. Kadisdik Sula

Sanana -- Permasalahan Hukum yang tengah dihadapi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepulauan Sula (Kepsul), Rifai Haitami, mendapat komentar beragam dari ASN Senior yang pernah juga menjabat sebagai Kadisdik Kepsul. Rifai...

Berkas Perkara menuju P21, Pelapor berharap Kadisdik Sula...

Sanana -- Berkas Kasus dugaan Pengancaman lewat media Elektronik yang dilaporkan oleh Saudara La Onyong Ode Ali alias Nyong alias Ongen dengan Terlapor Saudara Rifai Haitami alias Kafu, Oknum...

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Bupati Bakal Beri Sangsi Kepada Pegawai Yang Tolak Vaksinasi Covid-19

Labuha – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, memberikan Warning kepada pegawai (PNS/PTT) yang sampai saat ini belum mau di Vaksin Covid-19, terutama yang telah masuk dalam daftar sasaran Vaksinasi oleh  petugas Dinas Kesehatan. Para pegawai itu akan diberi sangsi jika, dalam waktu Tiga minggu masih juga belum di Vaksin Covid-19.

Pasalnya, sesuai data sasaran Vaksinasi di Dinas Kesehatan Halsel,  masih lebih banyak pegawai belum di Vaksin dari pada yang sudah di Vaksin Covid-19.

Bupati Halsel, Usman Sidik, saat diwawancarai sejumlah wartawan usai Upacara Peringatan HUT Halsel ke XVIII di Kantor Bupati, Rabu (09/06/21), mengatakan bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara (dan PTT) harusnya menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program Vaksinasi Covid-19. Olehnya itu, pegawai harus lebih dulu bersedia di Vaksin Covid-19 sebelum masyarakat lainnya.

“Saya kemarin (Selasa) sudah instruksikan dalam forum rapat SKPD bahwa itu (Vaksinasi) segera dilakukan dan para SKPD harus taat. Kalau dalam waktu Tiga minggu kedepan mereka (pegawai) masih lalai maka dipastikan akan ada  sangsi,” tegas Bupati Usman Sidik, Yang juga Kader PKB ini.

ARTIKEL TERKAIT

BACA JUGA