Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal Kembali Mengajar di Sekolah

Labuha – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV, menjadi pengajar disekolah-sekolah. Hal ini dilakukan untuk menutupi kekurangan guru disejumlah sekolah tingkat SD/sederajat dan SMP/Sederajat di Halsel.

Bupati Usman Sidik mengatakan bahwa banyak pegawai fungsional (guru) yang berpindah (lompat) masuk menjadi pegawai struktural, bahkan cukup banyak yang menduduki jabatan Kepala SKPD di Halsel, saat ini. Hal itu menjadi salah satu penyebab terjadinya kekurangan guru di sejumlah sekolah, terutama sekolah -sekolah yang berada jauh dari ibu kota kabupaten.

“Coba lihat di Dapodik jumlahnya 1.400 sekian, guru kita (Pemda Halsel) sebenarnya banyak cuma (sekarang) di SKPD. Coba lihat hampir semua pimpinan SKPD asal dari mana? Nah ini semua saya akan kembalikan jadi guru tapi kita akan evaluasi kalau yang punya kemampuan kita pertahankan,”ujar Bupati Halsel, Usman Sidik ketika diwawancarai sejumlah Wartawan di kantor Bupati, pekan kemarin.

ARTIKEL TERKAIT

BACA JUGA

Usman Sidik yang juga Politisi PKB ini menegaskan, dirinya bakal melakukan evaluasi kinerja terhadap seluruh SKPD dilingkup Pemda Halsel.

“Kalau memang kesananya (hasil) evaluasi kita menentukan siapa yang tidak layak ya tidak layak, (tapi) kita belum melakukan evaluasi kinerja, baru melakukan beberapa kali rapat bersama seluruh SKPD,” ungkap Mantan Wartawan Salah Satu Media Televisi Nasional ini.

Kepala BKPPD Halsel, Fadjri Subhi Kambey saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/06/21), membenarkan bahwa beberapa tahun belakangan (dimasa kepemimpinan Bupati Halsel sebelumnya) banyak pegawai fungsional (guru ) yang berpindah tugas menjadi pegawai Struktural dan tidak sedikit diantaranya yang menduduki jabatan eselon II, III dan IV.

Fadjri menjelaskan, terkait pegawai fungsional (guru) yang berpindah tugas ke struktural, yang nantinya akan dikembalikan ke fungsional adalah kewenangan Bupati. Akan tetapi hal itu dilakukan tanpa harus mengabaikan aturan yang berlaku.

“Pegawai fungsional yang sudah ke struktural dan telah mengajukan surat pengalihan status pegawainya dari fungsional ke struktural maka sudah tidak bisa dikembalikan lagi ke fungsional, tapi biar dia (pegawai) sudah lebih dari lima tahun pindah dari fungsional ke struktural apabila belum mengurus pengalihan status pegawainya maka masih bisa dikembalikan. karena statusnya masih tercatat sebagai pegawai fungsional,” terangnya.

Saat ini, lanjut Fadjri, masih banyak pegawai lingkup Pemda Halsel yang sudah bertahun-tahun menduduki jabatan struktural tetapi status pegawainya masih sebagai pegawai fungsional, hanya beberapa pegawai saja yang telah mengurus surat pengalihan status pegawainya dari fungsional ke struktural.

“Masih banyak tapi saya belum sempat ambil datanya. Untuk mengembalikan mereka itu kewenangan Bupati, dan itu lewat evaluasi tentunya,”pungkasnya. (fi)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Jawab Keluhan, Direktur PDAM Tobelo Kunjungi Ruko-Kokotajaya

Tobelo -- Untuk menjawab berbagai keluhan pelanggan, Pjs Direktur PDAM Tobelo, Mahmud U Assagaf, bersama jajarannya kunjungi pelanggan yang berada di Desa Ruko dan Desa Kokotajaya Kecamatan Tobelo Utara,...

Peduli Antar Sesama, Lapas Kelas II A Berbagi...

Ternate -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Ternate, berbagi sembako sebagai bentuk kepedulian antar sesama, guna meringankan beban kepada mereka yang terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Kepala Lembaga...

Rutan Kelas II B Ternate berbagi Sembako kepada...

Ternate -- Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Ternate, berbagi Sembilan bahan pokok (Sembako) kepada warga yang terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) disejumlah Kelurahan yang tersebar di Kota...

Bupati Halut Lantik 15 Pejabat

Tobelo -- Bupati Halmahera Utara (Halut), Frans Manery, pada Rabu (28/7), tadi melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan 15 pajabat Eselon III dan IV di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halut. Pelantikan...

Kejari Halut Resmi Umumkan Peraih Duta Hukum Daerah

Tobelo -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Utara (Halut), melalui panitia penjaringan Duta Hukum daerah setempat resmi menetapkan pemenang tahun ini jatuh kepada Desti Livia Pattipeiluhu (22 tahun) asal desa...

MPRS: Bupati STOP lakukan Pembohongan Publik

Sanana -- Majelis Rakyat Sula atau MPRS melalui Sekretaris Biro Politik Ridwan Tidore, mengkritisi Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM). MPRS menilai ada beberapa pernyataan Bupati Fifian...

Korem 152/Baabullah dan Polda Malut Gencar Lakukan Edukasi...

Ternate -- Sudah setahun lebih bangsa indonesia mengalami bencana non alam yakni Corona Virus Desese (covid-19). Tercacat, angka pasien yang terpapar terus meningkat. Meski demikian kesadaran masyarakat untuk mematuhi...

Babinsa dampingi pembagian BLT tahap IV di Desa...

Sanana -- BLT atau Bantuan Langsung Tunai terus dibagikan kepada warga Desa yang berhak selama masa Pandemi Covid-19, hal ini guna menopang hidup sebagian Masyarakat yang memang mengalami kesulitan...

Jalan Raya Dijadikan Lahan Bongkar Muat Barang

Ternate -- Aktivitas bongkar muat barang di Kota Ternate masih dilakukan di badan jalan, namun pihak terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate seakan tak berdaya menyikapi...

BERITA UTAMA

Pembahasan Ranperda Terhalang Syarat Direksi BUMD, Why?

Sanana -- Spirit kinerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kepulauan Sula akhirnya terhalang pengurus (direksi-red) BUMD. Mengapa? Mereka...

ARTIKEL TERKAIT

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal Kembali Mengajar di Sekolah

Labuha – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV, menjadi pengajar disekolah-sekolah. Hal ini dilakukan untuk menutupi kekurangan guru disejumlah sekolah tingkat SD/sederajat dan SMP/Sederajat di Halsel.

Bupati Usman Sidik mengatakan bahwa banyak pegawai fungsional (guru) yang berpindah (lompat) masuk menjadi pegawai struktural, bahkan cukup banyak yang menduduki jabatan Kepala SKPD di Halsel, saat ini. Hal itu menjadi salah satu penyebab terjadinya kekurangan guru di sejumlah sekolah, terutama sekolah -sekolah yang berada jauh dari ibu kota kabupaten.

“Coba lihat di Dapodik jumlahnya 1.400 sekian, guru kita (Pemda Halsel) sebenarnya banyak cuma (sekarang) di SKPD. Coba lihat hampir semua pimpinan SKPD asal dari mana? Nah ini semua saya akan kembalikan jadi guru tapi kita akan evaluasi kalau yang punya kemampuan kita pertahankan,”ujar Bupati Halsel, Usman Sidik ketika diwawancarai sejumlah Wartawan di kantor Bupati, pekan kemarin.

ARTIKEL TERKAIT

BACA JUGA